Oknum Polisi di Ternate Diduga Intimidasi Jurnalis yang Sedang Meliput Demo UU Ciptaker

oleh -257 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Sejumlah oknum Polisi yang berjaga saat aksi demo di depan kantor Walikota Ternate diduga melakukan intimidasi terhadap wartawan yang sedang bertugas meliput penangkapan salah satu massa aksi tolak Omnibus Law.

Amatan media ini, sempat terjadi adu mulut hingga kontak fisik karena adanya saling dorong antara sejumlah wartawan dan aparat kepolisian ketika peliputan, Selasa(20/10/2020)

Berawal ketika wartawan hendak mengambil gambar dan video pada saat aksi, kemudian ada salah satu massa aksi yang ditangkap dan diamankan polisi dilantai 2 kantor walikota.

Wartawan yang juga ikut ke lantai 2 untuk kepentingan mengambil dokumentasi dilarang oleh polisi dan polwan yang berjaga dengan alasan tidak bisa mengambil gambar maupun video, kemudian wartawan diusir

Tidak mau bermasalah, sejumlah wartawan pun turun dari tangga, namun secara spontan beberapa polisi mendorong wartawan yang notabene sedang melakukan pekerjaan dan menggunakan ID Card.

Baca Juga  Harga Minyak Tidak Sesuai HET Bupati

Meski dalam insiden tersebut ada wartawan perempuan, namun polisi tetap mendorong wartawan hingga akhirnya terjadi adu mulut hingga tarik menarik dan saling mendorong.

Salah satu wartawati Halmaherapost.com yakni Yunita Kadir sempat menjadi korban dalam insiden tersebut, padahal dirinya mengaku sudah berteriak dan mengatakan bahwa ada wartawan perempuan namun hal tersebut tidak diindahkan polisi dan alhasil salah satu polisi yabg mendorong mengenai lengan dan bagian dada wartawati tersebut.

Saat di hubungi lewat telepon Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan mengatakan, teman-teman pers harus memahami ada pembatasan ketika proses yang di tangani oleh pihak kepolisian tidak semuanya teman-teman wartawan bisa masuk dalam area masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan polisi.

Baca Juga  Neville Kritik Penanganan Rasialisme di Liga Primer

“Kecuali di lapangan karena di lapangan itu tempat umum wartawan bisa meliput kalau dalam rangka penyelidikan dan penyidikan tolong beri kebebasan kepada polisi untuk melakukan tugasnya,” kata Adip

Adip menambahkan, tidak semuanya kebebasan pers itu semua bisa di masukin karena penugasan kepolisian itu ada sedikit perbedaan wartawan mencari informasi melakukan peliputan di lapangan sementara polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan suatu perkara tindak pidana.

“Ketika sudah masuk di pengawasan polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan tolong di hargai polisi jangan wartawan ngotot masuk padahal itu sudah masuk pada lingkup polisi. (al/adhy)