Polisi Periksa 3 Saksi Dalam Kasus Anggota DPRD Malut Melawan Polantas

oleh -62 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Polres Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, memeriksa tiga orang saksi dalam kasus dugaan perlawanan terhadap petugas Satuan Lalu Lintas oleh oknum anggota DPRD Malut, Wahda Z. Imam.

Kasus tersebut dilaporkan salah satu anggota Satuan Lalu Lintas Polres Ternate, Brigpol Muis Suroto, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Sabtu (8/5) kemarin.

Kasat Reskrim Ternate, AKP Riki Arinanda menyatakan, dalam kasus tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi.

“Tiga orang saksi diperiksa, dua anggota yang bertugas dan satu masyarakat atas kasus tersebut dengan terlapor oknum anggota DPRD,” ungkap Riki di Mapolres Ternate, Ahad (9/5/2021).

Dengan tiga saksi dan bukti yang dimiliki berupa video di Tempat Kejadian Perkara (TKP), menurut Riki semua alat bukti telah lengkap. Namun untuk melakukan pemerikaan terhadap terlapor Wahda Z. Imam, polisi akan memberitahukan lebih dulu ke ketua DPRD atau Badan Kehormatan (BK) DPRD.

Baca Juga  Kakanwil Agama Minta Majelis Silaturahmi Maluku Jadi Obor Penghubung Cinta Kasih

“Kita akan memberitahukan kepada ketua DPRD atau BK DPRD, baru melakukan pemeriksaan terhadap terlapor,” ucapnya.

Menurut Riki, penyidik juga akan meminta petunjuk dari Ditreskrimum Polda Maluku Utara terhadap kasus tersebut.

“Atau kasus ini bisa jadi ditarik dari Ditreskrimum, nanti hari Senin kita akan koordinasi dengan Kabag Wasiddik. Kalau ditarik kami siapkan untuk pelimpahan,” pungkasnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (8/5) Wahda terlibat insiden dengan petugas Lantas. Saat itu Wahda memarkir mobilnya di ruas jalan yang tergolong sempit dan membuat arus lalu lintas tersendat.

Ketika diminta memindahkan mobil oleh petugas, ia terkesan cuek dan tetap sibuk dengan ponselnya. Ada pula rekaman video ketika polisi berusaha menahan mobil Wahda namun gagal lantaran politikus Partai Gerindra itu langsung tancap gas.

Baca Juga  Oknum PNS di Desa Kotiti Halsel, Diduga Terima BLT Pusat

(red/tsc)