Polisi Ringkus Dua Remaja Pelaku Pembunuhun di JMP

oleh -752 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Polresta Pulau Ambon dan P.p Leasse, akhirnya berhasil meringkus dua pelaku yang diduga telah  menghabisi nyawa Firman Ali, warga Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon di Jembatan Merah Putih (JMP) Kamis kemarin.

Kedua pelaku diciduk saat berada di rumah keluarga dekat mereka di Desa Seith, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Jumat (20/8/2021) sekitar pukul 09.00 WIT pagi tadi.

Kapolresta Pulau Ambon dan P.p Leasse, Kombes Pol Leo Simatupang menjelaskan,  pelaku AP (21) dan RB (17) yang kini meringkuk di tahanan Polresta Ambon,  ternyata adalah tetangga korban dan telah berteman lama. Keduanya juga merupakan warga Desa Waiheru.

Kapolres membeberkan,  korban dengan pelaku awalnya  mengkonsumsi miras di hotel Sahabat di Kota Ambon dan sempat terjadi kesalah pahaman.

Saat hendak  kembali ke rumah korban, di atas  JMP mereka kembali berhenti dan terjadi cekcok yang berujung  penganiayaan. Korban dianiaya oleh keduanya hingga pingsan.

Baca Juga  Real Madrid Siap Jual Bale dan Hazard Musim Panas Ini

Untuk menghilangkan jejak, keduanya membuang tubuh Firman Ali ke bawah jembatan, dengan harapan masuk ke laut. Namun ternyata sebaliknya, tubuh korban jatuh di atas pondasi JMP.

“Korban dipukuli disitu dan pingsan kemudian dari kedua tersangka berinisiatif menghilangkan jejak. Sehingga korban dilempar ke bawah harapannya masuk laut. Ternyata korban nyangkut di pondasi,” beber Kapolresta.

Usai membuang tubuh korban lanjut Kapolresta, kedua pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka ini  kembali ke hotel untuk menemui dua rekan lainnya yang tidak mengetahui apa yang telah dilakukan keduanya.

“Setelah melakukan penganiayaan mereka  kembali ke hotel, kemudian  kembali ke rumah dan melanjutkan ke Seith. Kita lacak dan keterangan keluarga. Kita melakukan komunikasi keluarga tersangka sehingga kita lakukan penangkapan dua tersangka di Seith,” ungkapnya.

Baca Juga  Kadis DPMPD Halbar Desak Pemdes Percepat Pengesahan Penerima BLT-DD

Simatupang juga menjelaskan, Polisi telah mengamankan barang bukti satu kendaraan yang digunakan tersangka pada dini hari kejadian.

Untuk diketahui, penemuan jasad Firman Ali di pondasi Jembatan Merah Putih (JMP) ini sempat menghebohkan warga Kota Ambon, Kamis (19/8/2021) pukul 12.00 WIT.

Korban keseharian bekerja sebagai tukang ojek  berdomisili di depan Asrama Haji, Desa Waiheru, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Identitas korban diketahui ketika orang tua korban tiba di Rumah Sakit Bhayangkara, Tantui, Ambon.

“Kedatangan pelaku ditangkap oleh tim Buser  di Negeri Seith Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, tanpa perlawanan dan  langsung di giring ke Polresta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Keduanya diancam pasal berlapis, yakni pasal 338 KUHP dan pasal 340 dengan ancaman penjara seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara. (keket)