Polres Bitung Bekuk Maling Jimat Pokos-Pokos

oleh -34 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

porostimur.com | Bitung: Kepolisian Resort Polres Bitung, mengungkap berbagai macam kasus pencurian yang terjadi di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Minggu (18/8).

Kali ini Polisi menangkap pelaku spesialis pembobolan rumah di waktu malam hari yang menggunakan jimat pokos-pokos alias jimat setan.

Pelaku tersebut, berinisial JG alias Jab (46), warga Desa Wineru Dusun Tiga, ditangkap Tim Tarsius Wilayah Timur dan Tim Laba-Laba, Sabtu 17 Agustus 2019, diperkebunan Rombe yang jarakanya 3 km dari Desa Rerer, Kabupaten Minahasa.

Link Banner

Kasat Reskrim Polres Bitung, AKP Taufik Arifin menjelaskan, pelaku ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/507/VIII/2019/Sulut/Res-Btg, tanggal 06 Agustus 2019.

Dimana, pelapornya adalah seorang PNS bernama Royke Yunus Rumampuk (45), warga Kelurahan Pinokalan, Kecamatan Ranowulu.

Baca Juga  Ketua DPR Papua: Jokowi Bolak-balik Datang Tapi Tak Selesaikan Masalah

Dari pengakuan pelaku, ia melakukan perbuatan ini karena terdesak dengan kebutuhan ekonomi. Untuk itu, perkejaan mencuri sudah dilakukannya sejak lama

Pelaku juga mengakui kalau ditahun 2013 silam, sudah dua kali masuk sel tahanan Polsek Matuari dan satu kali menjadi penghuni Lapas Klas II B Tewaan, dengan kasus pencurian dan penganiayaan.

Ia melakukan aksi pecurian ini disaat pemilik rumah sedang tertidur pulas, kemudian merusak pintu dapur dan plafon rumah terbuat dari triplex.

Setelah itu, memanjat ke atap plafon dan turun diruangan tamu. Melihat kamar korban tidak terkunci, ia langsung menggasak seluruh barang elekronik berupa handpone dan laptop milik korban.

Begitu aksinya berhasil, ia pulang ke Minut dan keesokan harinya, barang-barang hasil curian itu dijualnya dengan harga bervariasi

Baca Juga  Jangan Coba! Hina Jokowi dan Pejabatnya Terkait Covid-19 di Medsos Langsung Dipenjara

Barang bukti yang disitu yakni, 6 buah hp berbagai merek,1 buah laptop 14 inch, 1 buah polpet warna putih, 1 buah jam tangan merk romex, 1 buah tas carier warna hitam dan 1 buah dompet berisi surat-surat penting.

Pelaku disangkakan dengan Pasal 363 ayat (1) ke 3e KUHP Subsider Pasal 362 KUHP, ancaman hukuman 7 tahun penjara. (Dan)