Polres Buru Sangkal Keterlibatan Anggotanya di Tambang Emas Ilegal Gunung Botak

oleh -55 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Kepolisian Resort Pulau Buru melalui Paur Humas, AIPDA Djamaludin membantah dengan tegas adanya keterlibatan pihak kepolisian dalam aktifitas penambangan ilegal baik dalam hal aktifitas langsung maupun perlindungan terhadap aktivitas ilegal di lokasi tambang emas Gunung Botak yang ada di Desa Dava, Dusun Wamsait, Kecamatan Waelata, dan sekitarnya.

Jamal menjelaskan, pengamanan yang dilakukan oleh aparat di lokasi tambang ilegal Gunung Botak selain mengamankan keputusan Pemerintah Provinsi Maluku untuk tidak membiarkan adanya aktivitas di Gunung Botak, juga dalam rangka menjaga Kamtibmas di lokasi tersebut.

“Pihak keamanan ditempatkan di lokasi tambang ilegal itu untuk mengamankan keputusan Pemerintah Provinsi Maluku dan menjaga keamanan agar tetap kondusif,” jelas Aipda Djamaludin

Baca Juga  Kasi Propam Polres Buru Menekanan Penerimaan Anggota Polri Transparan Tanpa Dipungut Biaya

Dirinya melanjutkan bahwa kurang lebih 34 anggota pengamanan yakni 16 personil Brimob Namlea, 9 Anggota Polres Pulau Buru dan 9 Anggota Kodim 1506/Namlea rutin melakukan patroli di areal lokasi penambangan ilegal Gunung Botak secara bergiliran.

Link Banner

Saat melakukan patroli rutin, kondisi lokasi tambang ilegal itu lumpuh dari setiap aktivitas. Namun setelah kembali ke pos keamanan, informasi yang beredar bahwa aktivitas penambangan dengan sistem menggali bekas galian di tebing-tebing gunung atau yang sering dinamakan kodok-kodok itu dilakukan oleh penambang ilegal secara sembunyi-sembunyi.

Hal itu dibenarkan oleh salah satu penambang yang ditemui di depan jalan Dusun Wamsait. Penambang yang enggan namanya disebut itu mengatakan, dirinya bersama rekannya yang saat ditemui sedang berboncengan itu sering lari jika sudah ada aparat keamanan.

Baca Juga  Sosialisasi 5M, Polsek Batabual Patroli Kunjungi Desa Ke Desa

Katanya, mereka hanya mengambil satu sampai dua karung kecil material emas untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka. Namun semua aktivitas dilarang oleh aparat keamanan. Alhasil, mereka harus masuk secara sembunyi-sembunyi.

Disinggung mengenai jalan masuk mereka untuk sampai ke lokasi tambang ilegal hingga bisa mengambil material emas itu, dirinya mengatakan, Gunung Botak itu sangat luas. Dan jalan masuk ke areal lokasi tersebut sangat banyak dibandingkan dengan jumlah pengamanan di lokasi tersebut. Walaupun jalan masuknya sangat terjal, demi sesuap nasi mereka nekat untuk masuk.

“Beta deng teman ini masuk sembunyi-sembunyi. Katong takut aparat yang jaga di atas. Kalo aparat sudah patroli, katong lari samua,” katanya dengan dialek Maluku.

Baca Juga  Murad Bantah Ada Dana Rp. 5,1 Milyar untuk Rahabilitasi Rumah Jabatan Sementara Gubernur Maluku

Diketahui, lokasi tambang emas ilegal Gunung Botak memiliki jalan atau jalur masuk menuju lokasi tersebut sangat banyak. Dan hal itu diduga kuat menjadi keuntungan untuk penambang ilegal.

Pasalnya, kekuatan aparat keamanan dengan geografis wilayah tidak seimbang. Setelah aparat keamanan melakukan patroli, masyarakat penambang kembali masuk dan mereka akan lari kalau diketahui aparat keamanan. (ima)