Polres Maluku Tenggara Gelar Rekontruksi Pembunuhan 4 Orang Warga Desa Faan

oleh -113 views
Link Banner

Porostimur.com | Tual: Polres Maluku Tenggara melakukan gelar perkara Pembunuhan 4 Orang Warga Desa Faan yang sempat menghebohkan beberapa waktu lalu.

Peristiwa naas tepatnya pada tanggal (05/05/2020) di Desa Faan menelan korban empat orang korban yang bermula dari sengketa tanah yang berbuntut pada pembunuhan itu.

Kabag. OPS Polres Malra, AKP. Syahirul Awab, S.Sos, S.IK bersama Kasat Serse Polres Malra, IPTU Hamin Siompo. SE dalam konferensi pers, Sabtu, (30/5/2020) meyebutkan bahwa awal kejadian bermula dari saudara ( HR ) bersama ke – 7 rekanya, yang tak lain merupakan anggota keluarganya sendiri

Kasat Serse Polres Maluku Tenggara menceritakan kronologisnya, kemudian tidak selang beberapa menit, mereka ke delapan orang tersebut langsung bergegas dengan membawa peralatan seperti parang, tombak dan juga busur anak panah.

Sesampainya di TKP mereka pun dihadang oleh (FR) bersama (AS) dan langsung menyerang sehingga pada saat bersamaan (HR) yang sama- sama melakukan penyerangan itu tewas di tempat juga, kemudian (FR) dan (AS) oleh ketujuh orang tersebut.

Baca Juga  Terkait Pelaporan DPD PD Maluku, Ini Jawaban Marcus Pentury

“Bahwa memang benar kejadian ini terjadi karena adanya salah paham di antara dua belah pihak yang bertikai” jelas Kasat.

Ditanya terkait ketujuh pelaku setelah selesai melakukan rekontruksi di halaman parkir Polres Maluku Tenggara jalan Dihir, Kelurahan Ketsoblak, Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual, Kasat menjelaskan ketujuh pelaku pembunuhan ini adalah mereka yang berasal dari saudara, ipar bahkan anak dari salah satu korban yang tewas disaat bersamaan itu.

Ditanya terkait pasal dan barang bukti yang di pakai saat melakukan tindakan pembunuhan, Kasat menambahkan, akan menggunakan pasal yang mengarah ke kasus pembunuhan seperti yang telah di reka ulang pada awal hingga akhir kejadian yang kesemuanya terdapat 44 titik adegan rekontruksi, yaitu pasal 340, 338, 170, 353, 351 dan 56 KUHP serta UU Darurat no 12 tahun 1951 dan ancaman maksimalnya ialah hukuman mati dan 20 tahun Penjara

Baca Juga  Pertamina Kembali Salurkan Rp1,62 Miliar Modal Usaha Kepada 27 Mitra UMKM di Ambon

Kasat juga menyampaikan terkait barang bukti, sudah diamankan antara lain, 9 Parang, 1 Busur Panah, 5 anak busur, 2 tombak dan 1 buah linggis ukuran sedang

“Semua barang bukti ini kami dapatkan setelah melakukan oleh TKP”, ujarnya.

Terkait nama-nama pelaku, Kasat menambahkan, pelakunya berjumlah 6 awalnya dan setelah melakukan pemeriksaan barulah pelaku bertambah menjadi 7 orang, yakni , (1 ) T.R, (2) G.R, (3) Y.M, (4) W.R, (5) J.R, (6) T.O dan (7) L.L

Sembari menambahkan pula bahwa dalam waktu dekat ini kami akan segera mempersiapkan berkasnya guna untuk proses hukum selanjutnya ke ranah Kejaksaan. (red/hp)