Polres Pulau Buru Amankan Tambang Emas Diduga Ilegal

oleh -128 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Polres Pulau Buru berhasil mengamankan tambang emas yang diduga ilegal di Desa Gogorea Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru, Sabtu (13/6/2020).

Kapolres Pulau Buru, AKBP Ricky Purnama Kertapati, S.IK, MSi menjelaskan, penutupan tambang yang diduga ilegal ini berawal dari tim Polsek Waeapo yang dipimpin Kapolsek Waeapo Ipda Zainal tiba di lokasi tambang tepatnya di belakang mesjid Desa Gogorea yang dicurigai sebagai tempat kegiatan penambangan emas ilegal.

“Pada saat tiba, Kapolsek Waeapo bersama tim tidak menemukan ada aktifitas penambangan emas ilegal, namun masih menemukan alat/barang bekas kegiatan penambangan emas ilegal dengan cara tembak larut, dan diperkirakan alat/barang tersebut baru selesai digunakan sehari sebelumnya,” kata AKBP Ricky Purnama.

Baca Juga  Usai Gempa, Kantor Walikota Ambon Tutup. Kantor Gubernur Maluku Kosong

Perwira Melati Dua di Pundak ini bilang, mendengar kabar tersebut, kemudian tim Satuan Intelkam Polres Pulau Buru yang dipimpin oleh Kasat Intelkam Iptu Sirilus Atajalim tiba di lokasi penambangan emas ilegal dan bersama-sama dengan tim Polsek Waeapo untuk mencari para pelaku di sekitar lokasi tambang, namun tim tidak menemukan para pelaku penambangan emas ilegal, sehingga tim melakukan pemusnahan barang bukti yang ditinggalkan dengan cara dibakar pada TKP dengan tujuan barang-barang tersebut tidak bisa digunakan lagi.

Link Banner

“Tidak ditemukan adanya kegiatan penambangan emas ilegal, namun masih ditemukan ada bekas kegiatan penambangan emas yang diperkirakan terjadi 1 hari lalu dan ditemukan barang bukti sisa kegiatan penambangan sebagai berikut 2 set alat seluncur air yang terbuat dari bambu, 2 unit mesin alkon, 20 buah Karpet dan 6 buah gabang (selang air) dengan panjang masing2 gabang -+50 meter,” ujar Kapolres.

Baca Juga  Istri Wali Kota Tidore Terkonfirmasi Positif Covid-19

AKBP Ricky Purnama menambahkan, untuk saat ini, langkah yang dilakukan adalah memusnahkan barang bukti pada TKP dengan cara dirusak dan dibakar dan melakukan pencarian para pelaku disekitar TKP serta melakukan himbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktifitas penambangan secara ilegal. (keket/ima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *