Polres Teluk Bintuni Gagakan Penyelundupan Senjata Api dan Ribuan Amunisi Jaringan Ambon-Nabire

oleh -149 views
Link Banner

Porostimur.com | Bentuni: Polres Teluk Bintuni Papua Barat, menggagalkan upaya penyelundupan senjata api yang ditengarai sebagai jaringan Ambon – Nabire. Penangkapan dilakukan saat pelaku dalam perjalanan menuju Manokwari pada Rabu kemarin.

Kapolres Teluk Bintuni, AKBP Hans R. Irawan, dalam keterangan persnya membenarkan, telah dilakukan penangkapan terhadap seorang pria berinisial WT bersama barang bukti dua pucuk senjata api dan ratusan butir amunisi.

“Penangkapan dilakukan saat tersangka WT hendak bertolak ke Manokwari dengan menumpangi kendaraan penumpang,” ujar Irawan, Kamis (11/2/2021).

Dia mengatakan, pergerakan dari tersangka WT telah dipetakan oleh tim Reskrim Polres Teluk Bintuni atas petunjuk awal Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Papua Barat.

“Pada tanggal 9 Februari, kami terima informasi dari Dirkrimum Polda Papua Barat, bahwa ada upaya penyelundupan senjata api ilegal jaringan Ambon-Nabire melintas wilayah perairan laut kabupaten Teluk Bintuni,” ujar Irawan.

Baca Juga  Bakar buku tulis, malah rumahnya yang hangus terbakar

Irawan mengatakan, bahwa pelaku WT merupakan warga Nabire dibuktikan dengan identitas pribadi yang ikut diamankan bersama barang bukti senjata api. Saat ini pelaku telah mendekam di Sel Polres Teluk Bintuni untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan. Pelaku pun dijerat dengan Pasal 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

“Barang bukti yang diamankan dari tangan pelaku WT yaitu satu pucuk senjata api jenis Revolver, satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 600 butir amunisi kaliber 5,56, tujuh butir amunisi Revolver 3,8, satu magazen, uang tunai Rp450 ribu, surat keterangan bebas Covid-19 (Ambon), satu buah handphone Nokia, kartu sim dan satu kartu ATM Mandiri,” ujar Irawan.

Juru bicara Polda Papua Barat, Kombes Pol Adam Erwindi, mengakui bahwa tangkapan tersebut diacungi jempol oleh Kapolda Irjen Pol Tornagogo Sihombing, dengan pertimbangan keamanan wilayah Papua Barat.

Baca Juga  BNPB: 3.721 Bencana, 477 Korban Meninggal Sepanjang 2019

“Ini prestasi karena merupakan tangkapan besar. Bayangkan jika dua senpi bersama ratusan butir amunisi itu lolos sampai ke tangan kelompok yang tidak bertanggungjawab, akan memperburuk kondusifitas wilayah Papua dan Papua Barat,” ujar Adam Erwindi.

(red/jubi)