Polri Ingatkan Pj Kepala Daerah Cegah Politik Identitas Jelang Pemilu

oleh -0 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Tahapan pemilu 2024 telah dimulai. Polri mengingatkan para penjabat kepala daerah untuk mengantisipasi adanya kerawanan yang menjadi gangguan pemilu.

“Kemudian yang selanjutnya terkait dengan pemilu dan pilkada serentak, Selasa (14/6) kemarin tahapan pemilu sudah mulai. Setiap tahapan-tahapan itu memiliki potensi kerawanannya sendiri-sendiri,” kata Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (16/6/2022).

Gatot mengatakan pada saat pemilu akan banyak berkembang kejahatan politik. Dia menyebut tindakan itu akan menimbulkan konflik sehingga masyarakat tidak akan percaya pada fakta dan data yang ada.

“Karena di dalam pemilu itu akan berkembang ya, ada yang namanya black campaign, money politic, politik identitas, hoax, hate speech, hasutan, atau caranya dengan fire house atau semburan-semburan kebohongan yang disampaikan secara terus menerus sehingga menjadi fenomena post truth. Orang tidak percaya lagi kepada fakta dan data yang ada tapi percaya kepada persepsi-persepsi yang tadi dimunculkan secara terus menerus melalui medsos ataupun yang lain sehingga bisa menimbulkan konflik,” katanya.

Menurutnya, kejahatan ujaran kebencian sangat perlu diantisipasi. Dia menyebut jika terus dibiarkan kondisi akan semakin memanas.

Baca Juga  Guys, Ini Lho 3 Kelebihan Berpacaran dengan Janda

“Apalagi di situ ada ujaran-ujaran kebencian yang terus menerus disampaikan. Nah ini perlu kita antisipasi secara bersama-sama karena kalau dibiarkan nanti di tahun politik, situasi memanas sehingga kita perlu cooling sistem,” katanya.

Selain itu untuk mengantisipasi kejahatan-kejahatan politik, Gatot mengajak para penjabat kepala daerah untuk membuat cooling sistem. Hal itu agar dapat mendinginkan situasi sehingga tidak menimbulkan korban.

“Makanya kita nanti bersama-sama dengan Forkopimda, Kapolres, Dandim dengan Bupati walikota membuat satu cooling sistem agar disituasi yang panas itu jangan dibiarkan panas. Kalau dibiarkan panas dia akan meledak, kalau meledak mungkin dari konflik akan timbul korban baik materi maupun korban jiwa,” katanya.

Baca Juga  Tanggul Jebol, Limbah B3 Milik PT IWIP Mengalir ke Laut

Menurutnya, setiap masyarakat tentunya memiliki pendapat yang berbeda. Namun, dia mengimbau untuk selalu berpikir rasional.

“Dalam dunia demokrasi orang boleh berbeda pilihan tapi jangan karena berebeda pilihan kemudian membuat satu black campaign, buat berita hoax, ujaran kebencian yang menimbulkan konflik antara dua kelompok, karena kalau sudah muncul kelompok besar itu yang bicara adalah sisi-sisi emosinya, psikologinya, mereka sudah tidak rasional lagi. Nah ini menimbulkan satu konflik sosial, ini kita tidak berharap,” katanya.

Lebih lanjut, Gatot mengingatkan para penjabat kepala daerah untuk mengantisipasi adanya politik identitas. Dia mengimbau para calon peserta pemilu untuk menyampaikan program-program yang sesuai dan tidak menimbulkan perpecahan.

“Satu lagi yang menjadi perhatian dari pengalaman kita dari berberapa pilkada munculnya politik identitas, nah kita juga menghindari ini. Mari dari sekarang mengajak bersama, silakan siapapun calonnya nanti apakah walikota, bupati, siapa calonnya silakan sampaikan progam yang bagus, tapi jangan munculkan politik identitas yang mengadu antara satu dan yang lainnya,” pungkas Gatot.

Baca Juga  Pertamina Foundation Gelar Aksi Merdeka Bersama Panti Asuhan Maria Mediatrix

(red/detikcom)

No More Posts Available.

No more pages to load.