Potensi Bahaya Sederet Obat Virus Corona, Termasuk Klorokuin

oleh -260 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Klorokuin, hidroksi klorokuin, dan azithromycin telah digunakan untuk mengobati virus Corona COVID-19. Meski belum ada bukti yang pasti terhadap keefektivitasan dan kelemahannya, dokter tetap harus waspada kemungkinan efek samping serius dari obat-obatan tersebut.

Sebuah ulasan yang dilakukan oleh Canadian Medical Association Journey, menuliskan beberapa potensi berbahaya dari obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan virus Corona.

“Dokter dan pasien harus mewaspadai beberapa efek samping yang jarang tetapi berpotensi mengancam jiwa dari klorokuin dan hidroksi klorokuin,” kata Dr. David Juurlink, Divisi Farmakologi dan Toksikologi Klinis, Pusat Ilmu Kesehatan Sunnybrook, dan ilmuwan senior, dikutip dari Science Daily.

Ulasan yang dipublikasikan dalam jurnal Safety Considerations with Chloroquine, Hydroxychloroquine and Azithromycin in The Management of SARS-CoV-2 Infection pada 8 April lalu memberikan tinjauan umum tentang bahaya yang terkait dengan obat tersebut berdasarkan bukti-bukti yang dihimpun.

Efek samping potensial meliputi:

Baca Juga  Nona Ambon Sisca Monny Rilis Single Anyar “Hati”

– Aritmia jantung
– Hipoglikemia
– Efek neuropsikiatri seperti agitasi, kebingungan, halusinasi dan paranoia
– Variabilitas metabolik
– Overdosis yang menyebabkan kejang, koma, dan henti jantung
– Kekurangan obat bagi pasien gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus

Studi tersebut juga merangkum rendahnya bukti yang menunjukkan bahwa perawatan dengan obat-obatan di atas bermanfaat bagi pasien COVID-19 dan memperingatkan adanya kemungkinan pemberian obat dapat memperburuk penyakit.

“Inilah sebabnya kita membutuhkan basis bukti yang lebih luas sebelum secara rutin memberikan obat ini untuk mengobati pasien COVID-19,” pungkas Dr Juurlink.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan meminta masyarakat untuk tidak memborong obat klorokuin. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, klorokuin merupakan obat keras yang penggunaannya harus menggunakan resep dokter.

Baca Juga  25 Relawan Uji Vaksin Sinovac di Bandung Positif Covid-19

“Masyarakat diminta untuk tidak berbondong-bondong membeli atau menyimpan dan mengonsumsi sendiri tanpa resep dokter,” kata dia dalam konferensi video di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Senin awal pekan ini.

Klorokuin merupakan obat malaria yang dianggap efektif digunakan untuk pengobatan pasien terinfeksi corona. Dokter-dokter di Tiongkok, Korea Selatan dan Prancis telah melaporkan obat tersebut tampaknya membantu melawan gejala Covid-19.

Yuri menegaskan, obat ini tidak bisa diminum oleh pasien di rumah tanpa pengawasan dokter. Oleh karena itu, pengguna  harus dalam pemantauan dokter di rumah sakit. (red/rtm/dtc)