Potensi Wisata Mangrove Desa Sanleko Perlu Perhatian Pemerintah Pulau Buru

oleh -473 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Potensi pariwisata hutan mangrove, tradisi dan budaya yang ada di kawasan Desa Sanleko, Kabupaten Buru, membutuhkan perhatian serius dari pihak pemerintah daerah setempat.

Dikutip dari penuturan perwakilan gerakan nasional pecinta pariwisata Indonesia atau yang banyak disebut “Genppari”, Ikbal Leslesy, Senin (24/02). Dalam pertemuan antara pihak Genppari dengan tokoh masyarakat Desa Sanleko.

“Sebagai daerah pemerintahan yang tak lagi baru, harusnya pihak terkait sudah mampu menggali potensi yang ada di wilayah kekuasaannya, mengingat karakter sosial kemasyarakatan di daerah ini yang heterogen dan kaya akan keragaman budaya dan adat, pulau Buru punya sangat banyak potensi seperti alam, budaya, culture serta memiliki titik – titik yang menyimpan potensi wisata berbasis bentang alam,” katanya saat mengunjungi salah satu potensi wisata di pulau Buru. dan bertemu warga setempat.

Baca Juga  6 Poin Klarifikasi Lola Diara Dituduh Jadi Pelakor di Kisah Layangan Putus

Lanjutnya, setiap kelompok penggiat wisata dan budaya juga dapat berkembang berdasarkan potensi yang telah ada dan dimiliki bahkan dalam sosial keseharian mereka. sesuai dengan tujuan pemerintah pusat dalam wonderful Indonesia, pemerintah daerah harus semakin gencar menyiapkan kawasannya untuk bisa bersaing dengan tempat lain di Indonesia.

Salah satu cara adalah memberikan suplai dana yang memadai untuk pengembangan potensi kawasan wisata menjadi lokasi wisata siap fungsi dan tampil di kancah persaingan pariwisata Indonesia untuk lokal dan manca negara.

Salah satu potensi wisata di kawasan hutan mangrove desa sanleko, Kecamatan wayapo. Kabupaten buru. (Foto Dok Genppari) .

“Jika pemerintah lebih gesit melihat potensi yang ada maka Seluruh komponen tersebut jika diberdayakan, tentu akan menjadi kekuatan besar dalam mengembangkan dunia kepariwisataan disamping memperkuat peranan masyarakat sebagai pelaku pariwisata daerah,” ujarnya

Baca Juga  Kapolda Maluku Angkat Satu Polwan Jadi Wakapolres dan Dua Sebagai Kapolsek

Ia berharap, seluruh pihak terkait juga mampu melahirkan regulasi yang bisa menjamin keberdayaan dan pertumbuhan para penggiat wisata dan budaya.

 “Sektor ini pada dasarnya akan membuka peluang usaha dan akan memberi efek pertumbuhan ekonomi pada tataran masyarakat dan tentu saja akan memberi kontribusi terhadap pendapatan daerah,” ucapnya.

Terpisah, Sekretaris Desa Sanleko, Hamzah Tomia, mengatakan sejauh ini pihaknya sudah melakukan melakukan pendekatan terhadap pemerintah untuk pengembangan wisata pantai, hutan mangrove dan sejarah maupun kultur Desa Sanleko.

Dirinya berharap, bukan hanya dengan upaya yang telah mereka lakukan, tapi pemerintah juga bisa lebih memperhatikan kebutuhan desa sanleko dalam proses pengembangan potensi wisata yang ada disana.

Baca Juga  Kapolda Maluku Beri Dukungan Psikososial Kepada Anak Terdampak COVID-19

“Kami juga sudah mengajukan beberapa permohonan bantuan untuk pembuatan lokasi potensi wisata menjadi kawasan wisata pulau Buru dengan pengembangan potensi berbasis kearifan lokal, juga keragaman hayati. Semoga saja upaya kami bisa segera di lihat dan pemerintah bisa segera menopang kami dengan memberikan apa yang kami butuh untuk secepatnya menyelesaikan proses yang sedang kami upayakan yakni pengembangan potensi wisata”, ungkapnya. (ima)