Presiden Ukraina Klaim Menang, Tentara Rusia Menderita 2 Kali Lipat Dibanding Perang Chechnya

oleh -146 views
Link Banner

Porostimur.com, Kiev – Presiden Ukraina Zelensky mengklaim pasukan Rusia telah kehilangan dan menderita dua kali lipat di Ukraina daripada perang di Chechnya.

Di sisi lain, kekuatan perlawanan Ukraina disebut akan semakin besar dalam dua pekan ke depan.

Pada Senin malam (14/3), sebuah video dari penasihat kepala staf kepresidenan Ukraina, Oleksiy Arestovich tersebar di media.

Ia memperkirakan perang di Ukraina akan sangat bergantung pada seberapa banyak sumber daya yang dimiliki Kremlin. Dalam hal ini, ia memperkirakan sumber daya itu habis pada awal Mei.

“Saya pikir paling lambat Mei, awal Mei, kita harus memiliki kesepakatan damai, mungkin jauh lebih awal. Kita akan lihat tentang kemungkinan tanggal baru,” kata Arestovich, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga  Sambut HUT Ke 50, Basarnas Ternate Gelar Donor Darah Bersama

Kekuatan militer Rusia diperkirakan semakin menurun dengan besarnya perlawanan yang diberikan oleh Ukraina sejak Moskow memulai invasinya pada 24 Februari.

Sumber pertahanan Inggris yang dikutip Daily Mail bahkan memperkirakan militer Rusia hanya memiliki sisa 14 hari untuk menyerang Ukraina.

Di sisi lain, sumber itu menilai, kekuatan perlawanan Ukraina akan semakin besar dalam dua pekan ke depan.

Sementara itu, menurut keterangan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, pihaknya telah berhasil menghancurkan 80 jet tempur, dengan ratusan tank dan ribuan peralatan militer milik Rusia.

“Sebentar lagi, ratusan unit helikopter Rusia akan berhasil dijatuhkan,” kata Zelenksy.

“Pasukan Rusia telah kehilangan dan menderita dua kali lipat di Ukraina daripada perang di Chechnya,” imbuh dia.

Baca Juga  Kualifikasi Piala Dunia 2022: Timnas Indonesia Sudah Jalani Latihan Perdana

Sementara sekitar 30 ribu tentara beserta kapal perang dan pesawat militer dari aliansi NATO dilaporkan telah bersiaga di dekat perbatasan Rusia.

Sekitar 30 ribu tentara beserta kapal perang dan pesawat militer dari aliansi NATO dilaporkan telah bersiaga di dekat perbatasan Rusia.

Pengumpulan kekuatan itu disebut NATO sebagai latihan militer yang dijuluki sebagai “Cold Response”, di tengah upaya invasi Rusia ke Ukraina.

Menurut berbagai laporan media, latihan dimulai pada Senin (14/3) di Norwegia, di dekat perbatasan Rusia.

Sebanyak 30 ribu tentara dari 25 negara Eropa dan Amerika Utara dikerahkan, bersama dengan 200 pesawat militer dan 50 kapal perang.

“Latihan ini sangat penting untuk keamanan Norwegia dan sekutu. Kami akan melatih penguatan sekutu Norwegia,” ujar Menteri Pertahanan Norwegia, Odd Roger Enoksen, seperti dikutip The Sun.

Baca Juga  Pertamina Resmikan 7 Titik BBM Satu Harga di NTT dan Maluku Utara

Di artikelnya, The Sun menulis latihan besar-besaran sudah direncanakan oleh NATO sebelum invasi Rusia ke Ukraina. 

(red/rmol/pojoksatu)