Profesor Penjahat Sebut Jokowi Setujui Pemprov NTT Dapat 5 Persen dari Blok Masela

oleh -62 views
Link Banner

Porostimur.com | Kupang: Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui pembagian keuntungan dari pengembangan gas bumi Blok Masela di Kepulauan Tanimbar, Maluku. Viktor menuturkan, Pemprov NTT mendapat bagian lima persen, dimulai tahun 2025.

“Sudah ada persetujuan dari Bapak Presiden (Presiden Joko Widodo) dan Pak Menteri ESDM Ignasius Jonan, bahwa 10 persen keuntungan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah Maluku dibagi dua dengan NTT mulai 2025,” katanya di Kupang, Jumat (25/10). 

Dilansir dari merdeka.com, Laiskodat mengatakan, nilai keuntungan yang akan diterima NTT dari pengembangan Blok Marsela diperkirakan mencapai lebih dari Rp 30 triliun.

Menurut dia, nilai tersebut sangat fantastis dan bisa digunakan untuk menuntaskan berbagai kebutuhan infrastruktur di provinsi berbasiskan kepulauan itu.

“Jalan kita, air kita, dan lainnya pasti akan beres karena kita miliki lebih dari Rp 30 triliun, di luar dari sumber pendapatan lainnya,” bebernya.

Baca Juga  Tetap Beroperasi, Honda Siagakan 91 Bengkel Selama Libur Lebaran 2021

Gubernur yang mengaku dirinya profesor penjahat ini melanjutkan, NTT juga akan menjadi basis logistik yang akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan usaha Blok Masela.

Karena itu, dia meminta agar kepala daerah terutama di Kabupaten Kupang dan Kota Kupang harus siap dengan membuat perencanaan yang bagus.

“Bupati Kupang, Wali Kota Kupang, juga dari pemerintah provinsi harus siap karena jadi pusat logistik maka akan ada banyak orang yang hadir sini,” ungkap Viktor.

Dia menambahkan, berbagai sektor pendukung untuk kebutuhan usaha Blok Masela harus dipersiapkan secara baik karena peluang keuntungan ekonomi sangat terbuka.

Dia menyebut, bahkan jasa pijat sekali pun harus dipersiapkan secara baik karena para pekerja Blok Masela di antaranya juga berasal dari Jepang yang akrab dengan kebutuhan tersebut.

Baca Juga  HCW Desak Kejati Malut Periksa Pimpinan PT. Cipta Aksara Perkasa Terkait Proyek Jalan Lapen Desa Dama-Cera

“Belum lagi orang-orang Jepang hobi makan ikan, makanan pedas, belut, sehingga mereka akan berkunjung ke tempat yang menyediakan itu, ini peluang besar bagi kita,” pungkasnya. (red/rtl/mc)