Prosesi adat di Tuhaha berbuntut bentrok dengan Ihamahu

oleh -541 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Lagi-lagi bentrok antar kampung terjadi di Pulau Saparua.

Kali ini, penyebabnya adalah masalah adat yang digelar Desa Tuhaha, berujung bentrok dengan kampung tetangganya, Desa Ihamahu.

Bentrok kedua desa bertetangga di jazirah Hatawano, sekarang bernama Kecamatan Saparua Timur, menelan korban 4 orang warga Desa Ihamahu.

Rilils berita yang diterima dari Polsek Saparua Timur, Jumat (5/1), menyebutkan insiden terjadi sekitar pukul 01.11 WIT.

Awalnya, warga Negeri Tuhaha melaksanakan prosesi adat berupa penutupan atap baileo negeri.

Dimana, dalam prosesi adat ini, warga Negeri Tuhaha akan mencari kepala manusia di Negeri Ihamahu.

Namun seiring perkembangan zaman, kepala manusia ini akan diganti dengan buah kelapa.

Baca Juga  Personil Polda Maluku Terima Penghargaan dari Kapolda

Sementara Negeri Ihamahu sendiri bersama dengan para tetua negeri, tetua adat hingga kewang negerinya berjaga-jaga di bayas petuanannya, mencegah masuknya orang asing ke wilayahnya.

Saat sedang mencari buah kelapa di hutan itulah, warga Negeri Tuhaha bertemu dengan warga Negeri Ihamahu dan kemudian menyerang mereka dengan senjata tajam (sajam) berupa parang dan tombak.

Meski tida disebutkan identitasnya, namun 1 warga Negeri Ihamahu yang mengalami sabetan sajam langsung meninggal dunia.

Adapun korban luka dari Negeri Ihamahu yakni tua adat Dominggus Sopacua (55), Daniel Pattinaya (35), Melkianus Lewerissa, dan kewang negeri Melkianus Hittipeuw (64).

Saat menjalani pemeriksaan oleh Polsek Sparua Timur, Sopacua menyatakan ia dibacok oleh beberapa pria yang tak dikenalnya yang berasal dari Negeri Tuhaha.

Baca Juga  Kapal Tanker Israel Diserang dengan Drone Bunuh Diri

Meskipun dalam kondisi teraniaya, iapun sempat membalas memukul beberapa penyerang yang tak dikenalnya itu.

Untuk penanganan konfil dimaksud, aparat kepolisian pun segera turun ke Tempat kejadian Perkara (TKP) bersama dengan pasukan dari BKO Brimob, Satuan Koramil, BKO TNI serta Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Saparua Timur.

Selain itu, koordinasi juga dibangun dengan melibatkan tokoh-tokoh adat dan tokoh-tokoh agama maupun masyarakat setempat.

Selain menggali informasi, aparat kpolisian pun mengupayakan mencari saksi-saksi, serta merujuk salah satu korban ke Rumah Sakit Tulehu.

Hingga saat ini, situasi di Negeri Ihamahu masih terpantau aman dan terkendali. (pt-01)