Provinsi Maluku Rayakan HUT ke 75, Ini Harapan Wakil Rakyat F. Ali Kolatlena

oleh -75 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Provinsi Maluku merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-75 yang dipusatkan di lapangan Merdeka Ambon, Rabu (19/8/2020 dengan inspektur upacara, Gubernur Murad Ismail dan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Maluku di Gedung DPRD Maluku, Karang Panjang Ambon.

Penetapan 19 Agustus sebagai peringatan HUT provinsi Maluku dengan Peraturan Daerah (Perda) No 13 Tahun 2015.

“HUT provinsi Maluku pada 2020 memiliki nilai sejarah karena momentumnya seiring dengan peringatan ulang tahun Republik Indonesia ke-75, di mana Maluku tercatat sebagai salah satu dari delapan provinsi kemerdekaan,” ujar Anggota DPRD Maluku dari Partai Gerindra, F. Ali Kolatlena.

Ali menjelaskan, jumlah provinsi di Indonesia pada awal kemerdekaan sebanyak delapan daerah sebagaimana Keputusan Sidang II Panitia Persiapan Kemerdekan Indonesia (PPKI). Sidang II PPKI ini dilaksanakan pada 19 Agustus 1945.

Delapan provinsi tersebut yakni, Provinsi Sumatera  dengan gubernurnya Teuku Mohammad Hasaan, Jawa Barat (Sutardjo Kartohadikusumo), Jawa Tengah (R.A. Panji Soeroso), Jawa Timur (R.M. Suryo), Sunda Kecil (Mr. I. Gusti Ketut Pudja), Maluku (Mr. J. Latuharhary), Sulawesi (R. G.S.S.J. Ratulangi), dan Provinsi Kalimantan dengan Gubernur Ir. Pangeran Mohammad Noor.

Baca Juga  Kodim 1509/Labuha & Satgas Covid-19 Halsel Gelar Patroli Pembatasan Sosial

Karena itu, Kolatlena mengingatkan agar semua kompoonen bangsa Indonesia di Maluku haruslah menghargai jasa para pahlawan dan meneladani kinerja yang tanpa pamrih demi kemerdekaan RI.

“Maluku membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang profesonal, jujur dan bersih dalam melaksanakan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan sosial, makanya teladanilah perjuangan para paahlawan maupun pemimpin yang meletakkan dasar RI,” tandasnya.

Ali juga mengingatkan, semua pihak harus menjaga dan mengelola semua sumber daya alam yang merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Kuasa bagi Maluku demi kesejahteraan rakyat dan keberlanjutan generasi mendatang.

“Pengelolaan SDA harus memberikan manfaat ganda bagi Maluku, terutama mengentaskan kemiskinan dan pengangguran. Pemerintah harus menyiapkan SDM sejak dini, agar mampu berperan serta dalam pengelolaan SDA seperti minyak dan gas serta potensi kelautan dan perikanan yang memiliki nilai ekonomis pangsa pasar ekspor,” tegas Kolatlena.

Baca Juga  Bayi 3 Bulan Berstatus PDP di Kabupaten Halbar Dimakamkan Dengan Prosedur Covid-19

Lebih jauh Dia, mengatakan bahwa dari segala capaian yang diperoleh, poin penting yang ditegaskannya yakni karya dan kerja besar semua pihak saat ini adalah merawat perdamaian sejati di Bumi Raja-Raja ini.

“Banyak nilai yang tereksploitasi ketika mem­bangun relasi antara komunitas anak bangsa. Hubungan sosial religius yang membudaya telah la­hir­kan penghormatan tinggi pluralisme dalam tole­ransi, “ tandasnya.

Dikatakan Kolatlena, bahwa dari Maluku, sudah banyak yang datang belajar bahkan mempelajari tentang apa itu damai. Realitas menjadikan Maluku sebagai Laboratorium Perdamaian Dunia, telah berhasil mencuri perhatian banyak orang di Indonesia bahkan dunia untuk belajar disini.

“Di Maluku orang bisa belajar apa itu Perbedaan. Sebab Tuhan ijinkan tanah Maluku di injak oleh perbedaan. Baik itu perbedaan budaya, suku, warna kulit, kepercayaan. Dari perbedaan itu berbuah perdamaian. Inilah warisan tidak ternilai harganya, yang akan terus membingkai tahun-tahun kehidupan Maluku di masa depan, “ ujarnya.

Baca Juga  Hari Bhayangkara Ke-74, Polda Maluku Lakukan Tradisi Cuci Pataka

Dengan demikian, memaknai usia 75 tahun ini, dirinya mengajak semua pihak untuk bagaimana merawat persatuan dan kesatuan lewat kekayaan kearifan lokal yang ada yakni Pela – Gandong, Larvul Ngabal, Ain Ni Ain, Kalwedo – Kidabela, Ikapela dan lainnya.

Oleh karena itu, pesan penting yang inggin disampaikannya adalah, jadikanlah seluruh modal sosial kultur tersebut untuk mendesain pembangunan yang lebih maju, beraklak mulia serta untuk kesejateraan dan kemakmuran rakyat. (liehu)