Proyek Pelabuhan dan Bandara Bakal Digarap di Maluku, Kepengnya dari Sini!

oleh -138 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dalam merespon pembentukan SWF-INA disiapkan proyek yang berpotensi mulai dari pelabuhan, bandara, terminal, serta LRT/MRT.

“Kita siapkan Proyek seperti Pelabuhan Garongkong Sulawesi Selatan, Pelanihan di Ambon dan Palembang kita kembangakan feasibility study-nya sebagai proyek solicitude. Begitu juga dengan Bandara Singkawang dengan skema KPBU,” jelas Budi dalam dalam webinar ‘Potensi Sovereign Wealth Fund (SWF) Dalam Pembiayaan Infrastruktur Transportasi di Indonesia’, Rabu (3/3/2021).

“Selain itu Bandara di Papua mulai dari Fak Fak, Manokwari. Serta di Mentawai Sumatera Barat. Bandara di Aceh, Pulau Banggai, lalu Seaplane di Banda Naira Ambon, lalu Kangean, Weda (Maluku Utara), Bandara Taufik Kiemas Lampung, juga LRT dan MRT Bali Bandung, Medan Makassar, Surabaya. Serta terminal bus di seluruh kota. Besar serta loopline di Jakarta. Dan proyek lainnya yang tidak bisa menggunakan APBN murni,’ tambahnya.

Baca Juga  Ketika Susi Pudjiastuti Beberkan 'Harta Karun' Pantai Jikomalamo Ternate

SWF – INA ini menjadi sumber pendanaan alternatif baru guna menjaga timeline pengerjaan proyek strategis Indonesia 2020- 2024. Dia tidak menampik sejumlah proyek terancam tertunda akibat situasi pandemi yang melanda.

Link Banner

Dalam slide presentasi Direktur Investasi INA Stefanus Ade Hadiwidjaja, tertulis ada sembilan sektor yang memiliki potensi dalam jangka pendek dan menengah. Mulai dari infrastruktur transportasi, infrastruktur digital, logistik, pelayanan kesehatan, renewable energy, waste management, consumer kesehatan, teknologi, serta turisme.

Mengerucut, potensi investasi jangka pendek lebih pada proyek jalan tol, bandara, dan Pelabuhan. Ada 30 ruas potensial untuk investasi atau aset recycling pada ruas yang saat ini dikelola Waskita Karya, Hutama Karya, dan Jasa Marga.

Baca Juga  Usai Bertugas di Pelosok Halsel, Guru Temanku Bercucuran Air Mata

Selain itu pengembangan terminal 4 Soekarno Hatta dan optimasi pengelolaan terminal 1 – 3. Serta konsolidasi dari terminal kontainer milik Pelindo I- IV.

“Pada dasarnya kita akan bawa capital, setelah melakukan investasi tidak hanya duduk dan pasif diharapkan dalam bentuk nilai tambah juga. Tapi itu adalah poin penting siapa yang jadi partner investasi kita. Misalkan ada investor asing yang masuk airport atau road kita harap mereka juga memiliki ekspertise tertentu,” kata Stefanus.