PSI Bisu, Warganet Pasang Tagar #PSImingkemSoalJiwasraya

oleh -104 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Sikap membisu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini yang pasif terhadap kasus gagal bayar polis nasabah Jiwasraya dan mengakibatkan negara merugi Rp 13,7 triliun, menjadi bulan-bulanan warganet.

Warganet heran dengan sikap PSI dengan jargon Kawal Uang Rakyat hanya keras Anies Baswedan, dan itu sering salah sasaran.

Sebut saja jembatan ambruk Kemayoran yang semula keras karena anggap itu pekerjaan Pemprov tiba-tiba lemes, ketika mengetahui itu proyek pemerintah pusat.

Ketika tahu pekerjaan pusat, hening tak berlanjut. Nah warganet kesal dengan sikap PSI yang hanya berisik pada orang-orang tertentu. Warganet pun menyarankan PSI ganti jargon jadi Kawal Uang Rakyat Jakarta.

Beramai-ramai Warganet mengunggah tanda pagar (Tagar) #PSImingkemSoalJiwasraya yang dengan cepat menjadi trending topic, Rabu (25/12).

Baca Juga  36 Milyar Anggaran DD Kabupaten Halbar untuk BLT Segera Cair, Tunai

Lewat jurubicaranya PSI, Sigit Widodo, berkelit dari tuduhan Warganet itu.

Dalam akun Twitter pribadinya, Sigit justru mengaku bingung dengan kemunculan tagar tersebut.

“Saya terus terang bingung, kenapa muncul tagar #PSImingkemSoalJiwasraya. Bahkan sampai dibuatin meme seperti ini, keren lah. Saya berusaha berpikir positif saja, mungkin itu bentuk cinta dan harapan pada @psi_id ,” ungkap Sigit dengan penuh percaya diri.

Soal kasusnya sendiri, Sigit menyatakan partai politik manapun yang ditanya pasti akan menjawab, kasus ini harus diusut hingga tuntas.

Baca Juga  Pemdes Guamadu Manfaatkan DD untuk Pencegahan Covid-19

“Tapi dalam catatan saya, Presiden sudah memerintahkan Menkeu dan Menteri BUMN untuk melakukan langkah-langkah yang diperlukan, baik solusi maupun perbaikan sistem,” katanya.

Sigit pun melanjutkan bahwa Kejaksaan pun sudah melakukan pemeriksaan, dan OJK juga sudah mulai melakukan pembenahan.

Untuk itu anak buah Grace Natalie ini mengajak publik untuk menunggu  perkembangan selanjutnya.

“Mungkin ada baiknya juga meminta partai-partai yang ada di @DPR_RI untuk terus mengawal kasus ini karena @psi_id tidak punya wakil di sana yang punya wewenang memanggil menteri dan pejabat lainnya,” tutup Sigit. (red/rtl/rmol)