PT. Mega Surya Pertiwi Diduga PHK 3 Karyawan Secara Sepihak

oleh -373 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: PT. Mega Surya Pertiwi (MSP) di bawah Harita Group yang beroperasi di Kepulauan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara (Malut), diduga melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak terhadap tiga karyawannya.

Salah satu karyawan yang terkena PHK, Gusti A. Hengkenang kepada porostimur.com, Senin (8/3/2021) mengatakan PHK dilakukan pihak HRD PT. MSP secara sepihak dengan dalih ketiganya melanggar aturan saat menjalani masa karantina yang diberlakukan perusahaan selama 14 hari sebelum bekerja seperti biasanya.

Agus lantas menceritakan pokok permasalahannya bahwa untuk mematuhi protokol Covid-19, dirinya bersama kedua rekan kerjanya sementara mengikuti masa karantina selama 14 hari di Areal Mess Perusahaan. Namun, ketiganya lalu bepergian dalam masa karantina tersebut pasalnya, memiliki urusan pribadi yang harus diselesaikan.

Baca Juga  Jokowi Ternyata Tak Setuju Pindah Ibukota Waktu Jadi Gubernur Jakarta

“Kami dalam masa karantina 14 hari di mess areal perusahaan. Namun karena ada urusan pribadi, kami 3 orang keluar dari karantina secara diam-diam. Dengan alasan itu, kami bertiga diputuskan untuk tidak lagi kembali bekerja seperti biasanya,” kata Agus.

Menurutnya pemutusan hubungan kerja oleh pihak perusahan harusnya ada pelanggaran berat yang dilakukan ketiganya.

“Torang tara buat pelanggaran semacam kumpul massa untuk demo atau pun melakukan pelangaran yang bikin rugi perusahan, tapi karena ada urus keluarga torang tiga pigi tanpa sepengetahuan dorang (petugas red) dan saat torang bale di perusahaan, dari HRD, ketua security, deng berapa orang itu datang urus di tempat yang tidak selayaknya, hanya pengurusan di pos kecil (Monyet red), dan tanpa ada surat peringatan, tanpa ada surat pangilan tapi hanya secara lisan kalian di pecat tanpa pasangon kata HRD-Nya,” ungkap Agus.

Baca Juga  Longboat Dari Pulau Buru Gemparkan Warga Sulabesi Timur

“PHK tanpa hormat bagini torang sebagai karyawan tetap sama skali tidak puas pemecatan sepihak kaya bagini. Sementara memo yang keluar dari perusahan apabila ada karyawan yang lari dari karantina maka akan dikarantina kembali selama 14 hari itu yang torang tau, tambahnya.

Atas diberlakukan PHK sepihak, ketiganya talah menyampaikan keluhannya pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Halmahera Selatan beberapa minggu lalu. Namun sudah sampai saat ini tidak ada informasi yang diterima.

“Torang sudah sampikan torang punya keluhan ini di kepala dinas (Disnaker red) namun sudah dua mimggu ini torang belum terima inforamsi yang pasti dari kantor. Padahal setiap permasalahan di bawah perusahaan Harita Group ini cepat skali,” katanya.

Baca Juga  5 Inspirasi Outfit Maroon untuk Hijabers, Sukses Tampil Elegan dan Stunning

Diketahui ketiganya merupakan karyawan permanen Gusti A. Hengkenang, Daniel Katiandago dan Yondri Mara yang diangkat melalui Surat Keputusan (SK) No. 075/MSP/HR&ADM/PK/l/2019 Tentang Pengangkatan Karyawan PT. Mega Surya Pertiwi. (adhy)