PT. MTP Diduga Merampas Ruang Hidup Warga Kepulaun Sula

oleh -144 views

Porostimur.com, Sanana – Warga Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara khususnya mulai merasakan dampak dari Perusahan Mangoli Timber Producer (PT. MTP) yang berencana beroperasi di desa tersebut.

Pasalnya, PT. MTP telah mengeluarkan surat pemberitahuan tentang batas waktu pinjam pakai areal beringin tepat berlabuh longboat milik masyarakat. Surat tersebut dikeluarkan pada tanggal 1 November 2022.

Hal pemberitahuan itu, tentang Batas Waktu Pinjam Pakai Areal Beringin sekarang mendapat beragam protes dari sejumlah warga dan Kepala Desa (Kades) di Mangoli Utara.

Kades Desa Modapia Suhartono Umasugi, saat membaca surat tersebut, mengatakan, kalau PT. MTP perintahkan untuk mengosongkan areal beringin di pesisir pantai.

Baca Juga  Apakah Siksa Kubur Terus Berlangsung hingga Kiamat? Ini Penjelasannya

“Lantas saya dan warga saya akan menambat perahu atau longboat kami di mana lagi. Area pesisir itu adalah tempat paling aman dan tenang untuk tambat labuh meski cuaca berangin dan berombak,” kata Suhartono.

Senada juga disampaikan Kades Trans Modapuhi, Mukaram Buamonabot yang menyayangkan, langkah PT. MTP.

“Andai warga masyarakat saya disuruh pindah, terus pindah ke mana. Apakah ada solusi yang tepat dan aman untuk tempat tambat labuh. Ini juga harus diperjelas pihak perusahaan PT. MTP,” tukasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.