PT. Nusa Ina Dipolisikan Terkait Pencemaran Lingkungan

oleh -79 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ketua Lembaga Kalesang Lingkungan Hidup Maluku, melaporkan PT. Nusa Ina ke Dirkrimsus Polda Maluku, atas berbagai akibat yang banyak merugikan masyarakat Dusun Siliha, Kabupaten Maluku Tengah, pada Senin,(8/3/2021).

Lelaki yang biasa di sapa Collin Leppuy itu, mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku, dengan membawa laporan serta surat kuasa dari masyarakat setempat.

Dalam aduan tersebut, mereka meminta agar ada tindakan hukum tegas atas rangkaian kegiatan dan kerusakan lingkungan di Dusun Siliha, yang di sebabkan oleh Limbah pabrik PT. Nusa Ina.

“Setelah kami lihat ada kasus dugaan pencemaran lingkungan, kami diberi aduan oleh masyarakat yang jadi korban aktivitas pembuangan limbah. Pada 25 Februari kami diberi kuasa oleh warga untuk advokasi dan pengaduan berupa pelaporan,” kata Collin.

Link Banner

Ia menjelaskan, aduan masyarakat itu didasari atas adanya pencemaran air laut di Dusun Siliha, yang membuat beberapa warga sampai sakit perut saat memakan ikan hasil tangkapan dari laut di depan dusun, bahkan ada yang gatal-gatal setelah mandi air laut.

Baca Juga  Pujian Arsene Wenger untuk Filosofi Permainan Jurgen Klopp Bersama Liverpool

“Hingga kini belum ada pertemuan atau upaya perusahaan terhadap limbah yang di buang dari perusahaan. Untuk itu, warga yang resah melalui ketua pemuda dusun Julet Itihuny, melaporkan kejadian tersebut untuk mendapat perlindungan dan pertanggung jawaban,” ujarnya.

“Warga meminta agar pihak kepolisian segera memproses direktur PT. Nusa Ina dan mencabut izin perusahaan,” imbuhnya.

Collin menambahkan, untuk saat ini, saluran buangan dari perusahaan telah ditutup. Warna air pun berubah. Hanya saja dampak pencemaran masih terasa.

“Warga khawatir kalau sewaktu-waktu aktivitas serupa terjadi lagi. Karena selama ini warga hanya bisa resah dan diam. Mereka tidak paham mengenai limbah serta kesulitan dalam melapor kondisi lingkungan yang janggal,” ungkap Collin.

Baca Juga  Yorrys Raweyai Bongkar Borok Airlangga Selama Jadi Ketum Golkar

Collin berharap, persoalan yang merugikan masyarakat maluku ini, dapat di perhatikan pemerintah Provinsi, dan Komisi II DPRD Provinsi Maluku.

Terakhir ia sampaikan, pihaknya telah siap dengan sejumlah bukti jika diminta kepolisian.

“Katong sementara memasukan sampel air ke laboratorium yang tersertifikasi. Ini untuk lihat uji air apa ada limbah B3. Kami sudah siap,” tandasnya. (valen)