oleh

Puisi-Puisi: Judith Vanesha Ahar

Link Banner

Terhilang dalam Keramaian



Kau pernah ku rengkuh
Menjadi nadi dalam separuhku
Melebur menyeruah tak tentu
Mengalahkan segala ego yang menuduh
Terlanjur jatuh
Menambatkan hati padamu
Membagi segala rindu
Yang pasti hanya untukmu
Terhilang dalam keramaian
Tenggelam menepis segala hingar bingar
Bayangmu tak pernah terkikis
Meski bersikeras kutepis
Mungkin memang betul
Tak ada yang abadi di dunia ini
Tak ada yang selamanya di sisi
Termasuk memiliki
Dan juga kehilanganmu

Ambon, 30 Agustus 2019

Link Banner

========

Catatan Tanpa Titik

Langkah kaki mulai berderak
Waktu dan irama jantung tak henti mendampingi kehendak
Sebersit cahaya mulai menyeruak
Harapan dan impian tak lepas dari benak
Bernaung dalam kesunyian dan keinginan yang menggebu-gebu
Mengacuhkan segala pengusik yang terus beradu
Impian selalu menjadi prioritas nomor satu
Doa menjadi landasan yang tak lekang oleh waktu
Dua figur utama yang melekat dalam raga
Yang tak pernah ragu menaburkan cinta dan kasih sayangnya
Sosok yang rela melakukan apa saja agar senyuman senantiasa merekah
Melebur menjadi satu dalam nadi yang seirama
Pelukan dan rangkulan selalu menjalar dari hati hingga ke hati
Menusuk dan menggelitik hingga ke sanubari
Inilah catatan tanpa titik
Dari seseorang yang tak akan pernah lelah berjuang meraih mimpi

Kudamati, 11 Januari 2019

=======
Penulis memiliki nama lengkap Judith Vanesha Ahar. Lahir di Ambon, 08 Juli 2000. Juara pertama Lomba Cipta Puisi Bengkel Satra Maluku Tahun 21019 ini, memiliki hobi membaca, menulis, dan mendengarkan musik.

Link Banner

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed