Puisi-Puisi Oliena Ibrahim

oleh -214 views
Link Banner

Ibu

Setelah bosan dengan segala kesemuan di luar sana. Aku ingin pulang padamu: tempat cinta sesungguh-sungguhnya, setulus-tulusnya. Menjadi perempuan kecil yang tenang dalam hangat dadamu.

========

Kepada Mei

Sungguh. Luka-luka di dadamu adalah juang kami untuk mengobatinya. Kelak, jika ada lagi luka serupa, maka mari hunus beramai-ramai. Lebih dalam. Lebih dalam. Biar kita mati bahagia. Barangkali!

======

PENAKLUKAN

Siapa yang berani menentang malam penuh tenaga? Yang menjerat perempuan dalam genangan-bubuh luka. Seisi tubuhnya raib tanpa sisa, sedetilpun.

=======

Kudengungkan Namamu

Kudengungkan namamu di suara terakhir nyanyian sunyi
Saat tubuh kaku
Memuja waktu

Barangkali aku keliru
Tak mengenal isyarat darimu
Dari balik gawai kulihat seorang perempuan tergeletak tanpa nyawa
Dan suaminya, sanak saudaranya, berjalan mengantongi airmata

Baca Juga  Pelayanan Ferry Rute Antar-Provinsi di Ternate Bakal Ditutup

Bicaralah padaku
Berapa lagi jiwa?
Di kota ini, kebahagiaan seketika raib
Kesedihan menunjukkan ujungnya
Tajam menikam jantung

Lihat, ketakutan merongrong isi kepala
Tapi kami tetap jaga
Mengunyah perkara demi perkara
Enggan meloloskan diri
Di sini, tanah tempat nenek moyang dan kami
Lahir kemudian menanti maut

Sekali waktu, kami ingin lari, tapi di dunia, adakah tempat yang abadi?
Yang tak sampai oleh tanganmu
Yang lepas dari kehendakmu

Akan selalu kudengungkan namamu di suara terakhir nyanyian sunyi
Hingga tubuh membatu

25 Oktober 2019


Oliena Ibrahim, nama pena dari Indah Sari Ibrahim. Lahir di Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku, 24 Maret 1997. Kini bergiat di Komunitas Rumah Pustaka dan anggota LPM Lintas, IAIN Ambon.