Puisi-puisi: Wirol Haurissa


BARIS-BARIS OMBAK

di setiap baris ombak
beta sandarkan dayung di tepi karang
beta berharap ikan-ikan menyukai jaring
nelayan jatuh cinta pada kail
beta berharap sioh sayang e
keluhan di atas lautan
tenggelam dalam-dalam
supaya para nelayan terus berlayar
di atas arus-arus yang kalah 
di setiap baris-baris ombak yang rata
beta dayung sekuat karang

Ambon, 4 Januari 2013

BEBERAPA SAJAK

memang benar beberapa sajak
telah menjadi sebuah rumah
telah di sulam di kertas

memang benar beberapa sajak
pagi-pagi ada tertulis matahari
tapi hanya itu yang tersangkut di pikiran

“memang benar beberapa sajak”

Ambon, 15 Januari 2013

KEBENARAN

kebanaran itu
semakin benar
dalam kertas
dalam tulisan
benar, benar kertas tertulis

Ambon, 12 Januari 2013

SUMPAH

sebisanya beta bermuara  saja
di sebuah langit yang amat setia
langit muda tempat mengaku
beta bersumpah
beta adalah sumpah
walau diucapkan dengan darah
beta tetap bersumpah
langit tetap setia
beta  adalah sumpah

Ambon, 18 Januari 2013


SORE DI PULAUMU

barangkali sore bagini
suara ukulele lembab
di pulaumu
senarnya rimbun
menjelma jadi lembah
ini pulaumu
ini tana rimbun
barangkali tujuh hari lalu
beta belayar bebas
dengan layar-layar puisi
barangkali supaya bisa lia ale
iris mayang kalapa
rupanya ale manis sageru pertama
ini pulaumu
ini tanah rimbu
buat musim begitu lembut  
tana ini subur
barangkali sore bagini
beta lembab di lembah pulaumu

Ambon, 22 Januari 2013

******

Wirol Haurissa adalah penyair Maluku yang memilih kredo Hidup di saat ini dan berkata itulah satu-satunya saat ini, aku tahu ada hidup. Ia kini tengah menjalani pengabdian sebagai Vicaris di Kepulauan Banda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: