Puisi Untuk Ayah

oleh -64 views

Cerpen Karya: Rendy Maulana Yaqin

Pintu kayu itu terbuka, seorang gadis bertubuh sintal berjalan masuk lalu menutup pintunya kembali dengan perlahan.

“Ayah, aku pulang!” seruan riang yang terdengar feminin itu memenuhi ruangan bernuansa putih dan ungu muda.

Kaki jenjangnya melangkah anggun menuju jendela. Dengan kedua tangannya, ia menyibak gorden dan membuka jendela, menyebabkan sang bayu menerpa wajah dan helaian-helaian biru gelap yang membingkai kepalanya.

Link Banner

Memejamkan mata sejenak, berusaha menikmati dan mensyukuri karunia tuhan yang begitu berlimpah. Setelah menghela nafas beberapa kali, gadis itu membuka matanya perlahan dan menoleh ke tepi ranjang, tempat ayahnya duduk dengan tenang. Ia melangkah mendekat, mendudukkan tubuhnya di samping ayahnya, merangkul bahunya lalu mencium pipinya penuh cinta. Sebelah tangannya ia sembunyikan di balik punggung.

Baca Juga  Sosok Sahabat Nabi yang Dikenal Pemalu, Siapakah Dia?

“Ayah, tebak aku bawa apa.” Ucapnya dengan nada jenaka.
“Lihat, yah! Aku menang lomba menulis dan membaca puisi tingkat sekolah. Ayah bangga padaku kan?” ia menunjukkan benda yang sebelumnya disembunyikan di balik punggungnya, sebuah piala setinggi 30 cm yang di suatu sisinya terukir sebuah nama. Hinata Hyuuga.

Hening, tak ada jawaban dari ayahnya, bahkan pria itu hanya bergeming. Namun sang gadis bersurai nila hanya mengulum senyum manis.