Pulang

oleh -81 views

Cerpen Karya: Hanik Alina

Kegiatan sekolah hari ini cukup padat. Kulirik baris angka pada pergelangan tanganku. Sepertinya ibu sudah di rumah. Aku bergegas menuju parkiran. Beruntung Si Mustang terparkir di pinggir. Tentu saja aku merasa beruntung. Bakal butuh waktu sepuluh menit untuk antri mengeluarkan kalau dia berada di deretan tengah, apalagi kalau di depan. Kukayuh Si Mustang, pelan melewati taman sekolah. Tidak terlalu jauh, hanya tiga puluh menit dari rumah bila aku mengayuh dengan santai. Namun, sepertinya hari ini langit tidak mengizinkanku menikmati semilir angin kota Gresik beri hias iman.

Aku berharap hujan turun setelah sampai di rumah meskipun aku membawa jas hujan. Ibu selalu mengingatkanku untuk membawanya. Kadang aku merasa ibu sangat cerewet tapi di saat seperti ini aku menyadari, ibu mengkhawatirkan aku. Pastinya memakan waktu juga untuk memakainya. Sepatu pun tetap akan basah. Padahal Si Kopek adalah sepatu satu-satunya yang kumiliki. Ibu hanya membelikan kalau sudah rusak atau tidak muat lagi. Begitu juga dengan adik-adikku.

Baca Juga  Marcello Tahitoe Rilis Lagu Janji Sumpah di Hari Ulang Tahun Pernikahan

Baru saja kusandarkan sepedaku di teras, gerimis turun dengan deras. Allah mengabulkan harapanku hari ini. Lirih aku bersyukur. Tepat ketika kuucap salam, ibu membuka pintu.
“Alhamdulillah. Kamu kehujanan?”
“Tidak, Bu. Pas sampai, pas hujan.” jawabku sambil terkekeh.
Aku segera masuk setelah mencium tangan eksotis yang mulai mengeriput kemudian bergegas ke kamar mandi. Aku belum sholat Ashar. Ibu pasti tak menyukai satu hal ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.