Puluhan Pasien Gangguan Jiwa Di Maluku Terpapar Covid-19

oleh -63 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Pihak Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Provinsi Maluku memaparkan sepanjang tahun 2020, terdapat kurang dari 50 pasien gangguan jiwa terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Tata Usaha RSKD Nania Maluku, Ratna Nasir kepada awak media di Dinas Kesehatan Provinsi Maluku, Kamis (18/3/2021).

“Yang positif itu tidak sampai 50 orang, namun lebih dari 40. Terakhir Desember 2020 lalu, ada delapan pasien yang terkonfirmasi positif, tapi awal Januari 2021 meraka telah dinyatakan sembuh dan tahun 2021 belum ada pasien gangguan jiwa yang terkonfirmasi Covid-19,” ungkapnya.

Ratna menjelaskan puluhan pasien ini dirawat dan ditangani oleh pihak RSKD Provinsi Maluku dengan perlakuan secara khusus dan membutuhkan penanganan yang berbeda dari pasien Covid biasanya. Apalagi pasien yang terkonfirmasi Covid-19 ini tidak bisa ditangani oleh fasilitas kesehatan lainnya.

Link Banner

“Mengurus mereka itu agak susah. Namun, untuk penanganannya kita siapkan ruangan khusus, yang sirkulasi udaranya telah diperbaiki”, jelasnya.

Baca Juga  TMMD ke-110 di Kepulauan Aru Resmi Ditutup

Dirinya juga mengatakan, selama pandemi Covid-19 berlangsung jumlah penderita gangguan jiwa di Maluku mengalami penurunan. Penurunan tersebut dapat dilihat dengan perbandingan data tahun 2019 dan 2020.

“Untuk jumlah pasien gangguan jiwa kategori rawat jalan tahun 2019 sebanyak 10,650 orang dan tahun 2020 turun menjadi 9,379 orang. Sementara pasien rawat inap tahun 2019 berjumlah 780 orang, dan pada tahun 2020 turun drastis menjadi 337 orang,” ungkapnya.

Ratna juga mengaku pihaknya selalu memberikan pelayanan yang terbaik di RSKD dan saat ini seluruh pasien gangguan jiwa di RSKD Provinsi Maluku, baik yang sedang rawat jalan maupun rawat inap, telah menjalani proses rapid test antigen demi meminimalisir penyebaran Covid-19.

Baca Juga  Deretan Artis Seksi yang Sukses Memerankan Tokoh Superhero

“Semua pasien yang ada di RSKD telah dicek kondisinya menggunakan rapid antigen. Bahkan untuk yang baru masuk, wajib dirapid antigen. Jadi tetap kita berlakukan aturan yang ada,” pungkasnya. (alena)