Puluhan Rumah Warga di Desa Pelita Jaya Tidak Bisa Miliki Sertifikat

oleh -38 views

Porostimur.com, Sanana – Puluhan rumah warga di Desa Pelita Jaya, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, hingga saat ini tidak bisa mebuat setifikat hak atas kepemilikan tanah.

Padahal desa tersebut sudah puluhan tahun berdiri dan didiami oleh warga setempat. Diketahui status desa tersebut masih masuk dalam area kawasan hutan.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kepulauan Sula Arman Sangadji, saat diwawancarai di ruang kerjanya Selasa (27/9/2022) mengatakan, terkait dengan Desa Pelita Jaya yang rencana untuk proses sertifikat dan sebagainya itu untuk menuju legelitas itu belum bisa.

“Kerena itu masuk dalam area kawasan hutan produksi tetap dan hutan produksi yang tidak bisa bikin sertifikat kalau bisa buat itu dia berada diare pembangunan lain,” jelas Arman.

“Area pembangunan lain itu yang di konsumtif oleh pemukiman perkebunan dan lain sebagainya kongkritnya langsung di proses
Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau pertanahan,” lanjut dia.

Selin itu Arman, juga bilang kalau memang langkah-langkah untuk mau lepas harus menuju ke Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Kabupaten Sula, mengusulkan untuk proses pelepasan. Karena pelapasan itu ada tahapannya dari hutan produksi tetap dia bergeser kehutan produksi terbatas.

“Dari terbatas ke Hak Pengelola (HPL), ada tahapan-tahapan bukan berati langsung, bukan dihapus satu kali langsung ke HPL itu belum bisa seperti itu harus dia itu ada tahapannya,” paparnya

“Dan jelasnya untuk mau pelapsan itu harus melalui pemerintah daerah dari dinas teknis kalau unit pelaksanaan di bidang kehutanan itu cukup memberi hal-hal yang menyangkut dengan teknis saja,” tambah Arman.

Salah warga yang tidak mau namanya publis mengatakan, “Pelita Jaya itu 99 Rumah dan 115 KK tidak memeliki setifikat tanah itu yang saya tahu. Kami buat sertifikat tidak bisa entah kenapa,” katanya. (Jems)

Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.