PUPR Bersama Balai Material dan Peralatan Konstruksi Gelar Uji Kompetensi, Sertifikasi Operator Alat Berat

oleh -170 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dinas Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) Bersama Balai Material dan Peralatan Kontruksi menggelar percepatan uji kompetensi dan sertifikasi operator alat berat dan tenaga kerja kontruksi menggunakan MTU, bertempat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Maluku, Senin (23/9/2019).

Turut Hadir, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bersama Balai Jasa Kontruksi Dirjen Bina Kontruksi Kementerian PUPR.

Kepala Balai Jasa Konstruksi Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Afriandi Pohan, mengatakan dalam dua tahun terakhir ini sesuai dengan amanat UU nomor 2 tahun 2017, pihaknya sudah menggenjot jumlah sertifikasi yang memang jumlahnya sampai sekarang masih dibawah 10 persen.

Baca Juga  Kapolda dan Gubernur Maluku Tinjau Pos PSBB di Kota Ambon

“Sekarang kita mengedepankan kepada kualitas sertifikasi, pada saat pelaksanaan fasilitasi sertifikasi seperti ini. Biasanya kami mengadakan hanya satu hari, tapi kali ini kami minta paling tidak ada pembekalannya supaya teman-teman yang sudah punya pengalaman maupun belum mendapatkan penyegaran kembali atau ilmu kembali terkait dengan bidang keterampilan yang dimiliki. Karena memang kami pernah dikomplein, maka sertifikasi yang teman-teman miliki itu tidak diragukan, bahwa teman-teman memiliki keterampilan yang sesuai dengan unit kompetensi yang ada di balik sertifikat.” Katanya.

Dirinya berpesan kepada instruktur dan asessor agar para peserta dapat diujikan sesuai dengan standar yang ada. Sehingga kedepan sertifikasi yang teman-teman miliki betul-betul menunjukan pelatihan skil yang teman-teman miliki sesuai dengan standar kompetensi kerja yang ada.

Baca Juga  Ambon Jazz Plus Festival 2020 Digelar Virtual

Sementara itu, Ir. Ismail Usemahu Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menjelaskan pihaknya sangat membutuhkan untuk uji sertifikasi, baik tenaga ahli maupun tenaga terampil. Karena saat ini di Maluku dari 43.000 tenaga kerja di bidang konstruksi, baru 13% yang sertifikasi yaitu sekitar 6.000-an baik ahli maupun terampil.

“Kita tau kedepan bahwa 2020 atau 2021 sudah mulai konstruksi blok masela, ini sangat membutuhkan tenaga kerja ratusan ribu jadi kita di beri perintah yang khusus untuk menggenjot sertifikasi baik tenaga ahli maupun tenaga terampil,” Jelasnya.

Dirinya berharap agar peserta baik operator maupun tenaga terampil dapat menggunakan kesempatan yang baik ini, dan dapat menyerap apa yang disampaikan oleh instruktur. Kemudian kepada peserta yang punya keahlian tolong dikembangkan, sehingga pada saat uji kompetensi ini bisa lulus dengan baik tetapi harus memenuhi persyaratan.

Baca Juga  Dirut RSUD Sanana Diminta Tegas Soal Pengadaan Obat oleh Pihak Ketiga

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 130 orang dan peserta berasal dari Zeni, Bindam, BPJN, Penyedia dan Umum. (Ebot)