PUPR Targetkan Bangun 56 Bendungan pada 2021, Termasuk di Maluku

oleh -30 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan sejumlah bendungan, embung, dan revitalisasi danau pada 2021.

“Ini target secara umum Bidang SDA tahun 2021 untuk pembangunan bendungan, embung, dan danau,” kata Ditjen SDA Jarot Widyoko dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI, Selasa (8/9/2020) kemarin.

Disebutkan Jarot bahwa Bidang SDA akan membangun sebanyak 56 bendungan yang terdiri dari 12 bendungan baru dan 44 bendungan on going. Juga membuat program untuk pembangunan 24 embung dan revitalisasi 7 danau.

Ia memastikan titik-titik lokasi program tersebut tersebar dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, NTT dan NTB.

Link Banner

Karena kata Jarot program itu sudah disusun serinci mungkin termasuk dengan mempertimbangkan aspirasi-aspirasi dari anggota Komisi V DPR RI. 

Baca Juga  Tobat, Buzzer Ini Bocorkan Rahasia Serang Ulama

Selain membangun bendungan, pada 2021 mendatang Dirjen SDA juga menyiapkan anggaran untuk pembangunan irigasi sekitar 25 ribu hektar dan rehabilitasi serta peningkatan irigasi sekitar 250 ribu hektar yang meliputi kegiatan P3-TGAI di 10 ribu titik dan pembangunan sarana dan prasarana SDA.

Ditambah lagi, dengan program tanggap darurat bencana dan pengadaan alat berat.

Sementara di program pegendalian daya rusak, Ditjen SDA juga akan membangun pengendali banjir sepanjang 120 Km, membangun pengendali sedimen atau lahar gunung berapi sebanyak 10 buah dan membuat program pembangunan pengaman pantai sepanjang 20 Km. 

Adapun program lain, anggaran Ditjen SDA pada tahun 2021 juga akan dialokasikan untuk program air tanah dan baku.

Baca Juga  Tentara India dan Pakistan Baku Tembak di Kashmir, 10 Tewas

Peningkatan kapasitas air baku sebanyak 3500 meter kubik per detik, membangun absah, dan membangun sumur bor untuk mengantisipasi kekeringan.

Di samping itu, ada pula program untuk pengaliran lumpur Lapindo sekitar 31 juta meter kubik dan peningkatan tanggul serta untuk dukungan lain seperti turbin wash, layanan teknis oleh balai teknis dan dukungan manajemen.

“Kami mencoba merangkum usulan-usulan yang disampaikan, kami juga mencoba merespons kalau usulan itu belum ada desain, kita masukan perencanaan konstruksi (SID) dulu, tapi kalau sudah ada desain, kami kelihatan. Jadi program-program, innsyallah kita coba masukan semua,” tutup Jarot. (red/investor)