Puttileihalat masih dalam ”range” sasaran Ditreskrimsus Polda Maluku

oleh -46 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Dalam amar putusan sidang praperadilan, tindak pidana korupsi anggaran jasa iklan dan publikasi tahun 2014, di PN Ambon, Senin (22/1), Hakim Tunggal Esau Yarisetouw, mengabulkan 1 gugatan yakni pemeriksaan saksi-saksi tidak tepat dan tidak sah.

Dimana, gugatan diajukan oleh mantan Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Jacobus F. Puttileihalat,S.Sos, yakni sebanyak 3 butir.

Meski demikian, pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku tetap menyatakan pemeriksaan saksi-saksi adalah sah secara hukum.

Bahkan, adanya amar putusan tersebut tidak menyurutkan Ditreskrimsus Polda Maluku dari langkahnya memejahijaukan mantan pemuncak di kabupaten berjuluk Saka Mese Nusa itu.

Link Banner

Hal ini dibenarkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskkrimsus) Polda Maluku, AKBP Firman Nainggolan,S.I.K, saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Sabtu (27/1).

Baca Juga  Nasdem Dukung Anies di Pilpres 2024, PDI Perjuangan Baper

Menurutnya, saksi-saksi yang dihadirkan dalam perkara tindak pidana korupsi anggaran jasa Iklan dan Publikasi Kabupaten SBB, yaitu Rio Kormein dan Petrus Erupley, selaku mantan Bendahara Pengeluaran pada Badan Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten SBB.

Apalagi, mereka juga akan dihadirkan sebagai saksi kepada tersangka lainnya sesuai penyidikan yaitu mantan Bupati SBB, Jacobus.F.Puttileihalat,S.Sos.

Dijelaskannya, penyidikan akan kembali dilakukan pihaknya, mengingat putusan pra peradilan Hakim PN Ambon itu tidak bersifat tetap.

”Yang jelas, kami akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi sebelumnya beserta barang buktinya dan peluang untuk menetukan tersangka lain,pasti akan dilakukan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku,” ujarnya.

Penyidik, jelasnya, terlebih dahulu akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang pernah diperiksa sebelumnya.

Baca Juga  Kapolda Malut Hadiri Pembukaan Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT) 2020

Dan sesudahnya akan melakukan pemanggilan ulang kepada tersangka mantan Bupati SBB.

”Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari pakar Hukum Tata Negara dan Ahli Hukum yang ada di Jakarta. Suratnya akan dibawa oleh Penyidik ke Jakarta,” jelasnya.

Adanya keterlibatan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) SBB, Mansur Tuharea, sesuai pengakuan saksi saksi Rio Kormein dan Petrus Erupley dalam persidangan di PN Ambon, tegasnya, pihaknya akan menjadikan pernyataan kedua saksi sebagai fakta persidangan.

Dimana, pengakuan keduanya akan dijadikan bukti petunjuk yang telah dimasukkan dalam rencana penyidikan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku.

”Untuk kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran jasa iklan dan publikasi BPPKAD Kabupaten SBB, kemungkinan ada tersangka baru yang akan ditetapkan oleh penyidik, berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan,” pungkasnya. (team)