Quraish Shihab: Di dalam Al-Quran, Ada Ucapan Selamat Natal

oleh -419 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Menjelang perayaan Natal, banyak pembahasan mengenai hukum mengucapkan Natal bagi Muslim, ada yang mengharamkan dan ada yang memperbolehkan.

Menurut Quraish Shihab, cendekiawan muslim terkemuka yang juga seorang ahli tafsir mengatakan bahwa mengucapkan selamat Natal boleh saja selama aqidah anda terjaga.

“Selama aqidah anda tetap terjaga, maka mengucapkan selamat Natal boleh saja, bahkan di dalam al-Quran itu ada selamat Natal, dan yang pertama mengucapkan Natal itu adalah Isa A.S”, jelas Quraish

“Di dalam al-Quran dijelaskan, “Wasalamun ‘alayya yauma wulidtu wa yauma amutu wayauma ubhatsu hayya”, salam sejahtera bagiku pada hari kelahiranku.

Quraish menambahkan tapi dalam aqidah, kita tetap percaya bahwa Isa AS bukan anak Allah, dia adalah rasul Allah.

Baca Juga  Kapolda Maluku Terima Kunjungan Silaturahmi Bawaslu

“Sebenarnya problemnya cuma di Asia Tenggara, di Mesir Grand Syeikh al-Azhar juga ucapkan Selamat Natal”, imbuhnya

Menurut Quraish Shihab sebagaimana dilansir dari suaraislam.co, kita bergembira dengan kegembiraan mereka, tetapi tidak menggangu akidah kita, maka mengucapkan Natal bagi muslim itu boleh.

Soal ayat “Lakum dinukum walidin” yang sering dijadikan rujukan pengharaman bagi muslim untuk ucapkan selamat Natal, Quraish Shihab menilai itu terlalu sempit karena kita diciptakan berbeda-beda.

“Saya tidak sependapat yang melarang, terlalu sempit pikirannya. Sekarang begini, mempersatukan segala sesuatu itu mustahil, gunung saja beragam, tumbuh-tumbuhan beragam, manusia beragam, kita bisa jadi punya rambut sama-sama hitam tapi pikiran berbeda. Al-qur’an menggariskan satu prinsip, boleh berkelompok-kelompok tapi jangan berkelahi, jangan berselisih,” tegas Quraish

Baca Juga  Jelajahi Ratusan Mil Laut dengan Jet Ski, Kapolda Maluku Diganjar Rekor MURI

Quraish Shihab menghimbau agar kita bisa hidup rukun dan berdampingan karena Allah mau kita berbeda, tapi Allah tidak mau kita bertengkar. Kalau Allah mau kita sama, maka al-Qur’an tidak bisa mengandung penafsiran.

Simak videonya: