Ramai-ramai Berbohong Demi Konten Youtube yang Mulai Mengganggu

oleh -108 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Channel Youtube beberapa artis yang belakangan kerap membuat konten rekayasa untuk menarik minat penonton dan subscribers menggelisahkan seniman Harry Tjahjono. Sastrawan, wartawan dan penulis skenario sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini dibuat gusar oleh konten Youtube beberapa artis, yang isinya mulai terasa mengganggu.

Lewat akun Facebook-nya Harry Tjahjono melontarkan kegusaran. “Mini Cooper Andre Taulany dibeli 700 juta oleh Raffi Ahmad. Istri Raffi anggap kemahalan. Konflik. Andre mau nebus. Anaknya Andre sedih karena cinta mobil itu. Raffi jual ke Denny. Dapet untung. Oplet Rano Karno ditawar Andre 4 miliar. Motor Sule dijual murah oleh anaknya. Sule marah. Dan seterusnya. Yang bikin saya heran, dan terganggu, tema sampah yang seru itu terus-menerus diproduksi ulang oleh para artis yang bikin akun YouTube dan dalam tempo singkat menggilas eksistensi Youtubers yang lebih dulu berjuang mendapatkan followers. Dengan pola seperti itu mereka berhasil mendulang uang dalam jumlah miliaran. Cari duit banyak itu boleh dan baik dan harus dan layak didukung. Tapi, benarkah atas nama kreativitas atau entah apa namanya, maka cara produksi “mengelola berita” yang seolah-olah benar terjadi dengan tujuan semata-mata agar menarik, supaya seru, agar ditonton puluhan juta orang sehingga menghasilkan banyak uang, apakah layak diapresiasi?” tulis Harry Tjahjono. 

Baca Juga  Musisi Ambon Ramaikan Konser Tujuh Ruang

Tampaknya kejengkelan Harry Tjahojono mewakili kegelisahan banyak orang. Setelah akun sosmed termasuk Youtube leluasa memproduksi informasi layaknya berita, istiliah berita tampaknya mesti didefinisikan ulang. Celakanya, alih-alih mengkritisi, media mainstream malah ikut bersemangat memberitakan konten Youtube para artis itu. Kenapa media memberitakan meski sebagian mungkin tahu semua kehebohan itu rekayasa belaka? Jawabnya, karena ada yang membaca. Jawaban yang sama ini juga menjelaskan kenapa para artis gemar membuat konten seperti itu. Viewer/subscribers dan akhirnya endorse serta pendapatan iklan. Tapi tentu saja fakta ini tak bisa dijadikan pembenaran. Saya sungguh sedih ketika satu kali mendengar seorang kakek dengan bersemangat membicarakan isi konten Youtube para artis itu dan menganggapnya sebagai kebenaran.

Baca Juga  PKB Pastikan Koalisi dengan PDIP di 2024, Usul Puan-Cak Imin

Tak seperi media cetak/online, pemilik channel Youtube memang tak terikat kode etik jurnalistik. Tak ada larangan membuat konten yang isinya hanya rekayasa sejauh tak ada pihak yang merasa dirugikan. Tapi Youtube tak sama sekali membebaskan orang mengupload video apapun. Dalam pedoman yang harus dipatuhi, Youtube melarang konten seksual atau ketelanjangan, merugikan atau berbahaya, mengandung kebencian, kekerasan atau vulgar, pelecehan dan cyberbullying, spam yang menyesatkan dan scam, berisi ancaman, peniruan identitas, dan pelanggaran privasi. Youtube juga sangat ketat soal hak cipta video yang diunggah. Kalau menemukan video yang menurut Anda tak pantas, Anda juga diberi kesempatan melapor dengan menggunakan fitur pelaporan. 

Di Youtube ada beberapa kategori atau genre video yang disukai penonton. Channel berisi review game, cover lagu, tutorial dan video lucu banyak dicari. Prank juga salah satu genre yg disukai. Konten jenis ini biasanya diharapkan membuat yang nonton tertawa, atau terkejut tapi kemudian tertawa. Konten video channel Youtube milik artis yang menggelisahkan Harry Tjahjono sebagian bisa masuk kategori ini. Tapi sebagian lain mesti dimasukkan kategori baru, mungkin dengan nama konten boong-boongan atau full rekayasa.

Baca Juga  Todd Rivaldo Ferre, Bocah Ajaib Pewaris DNA Papua di Sepak Bola Indonesia

Punya channel Youtube tentu saja baik saja. Apalagi kalau subscriber dan viewer-nya banyak, sehingga bisa jadi alternatif pemasukan saat job mulai sepi. Tapi melakukan pembohongan publik demi konten jelas tidak elok alias tidak patut. Membohongi satu orang saja berdosa, bagaimana berbohong pada berjuta orang? Sungguh tak sepadan dibanding berapapun uang yang didapat dari Youtube. Kalau benar-benar merasa terganggu dengan konten-konten jenis ini, Anda tahu apa yang harus dilakukan. Youtube sangat keras pada kreator yang melanggar aturan, dengan hukuman akun di-nonaktifkan dan lenyap selamanya. (red/rtm/tabloidbintang)