Rapat Pleno Rekapitulasi Suara KPU Maluku Utara Diwarnai Kericuhan

oleh -210 views

Porostimur.com, Ternate – Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara (Malut) untuk hasil rekapitulasi penghitungan suara DPR-RI Kabupaten Halmahera Selatan yang berlangsung hingga, Senin (11/3/2024) dinihari, diwarnai kericuhan, akibat adanya protes dari saksi partai politik (parpol).

Kericuhan itu diawali saat KPU Kabupaten Halmahera Selatan menyampaikan hasil pleno rekapitulasi di tingkat DPR-RI , di mana terjadi gelombang protes dari saksi parpol karena adanya perbedaan data pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Saksi Partai Golkar meminta KPU Provinsi Maluku Utara agar memberikan kesempatan penyandingan data, pasalnya, data yang diterima dan dikantongi oleh partai Golkar menemukan adanya pengurangan suara sebanyak 798 suara yang diduga hilang.

Baca Juga  Kronologi Penangkapan 3 ASN Maluku Utara Pakai Sabu di Cempaka Putih Jakarta

Ratusan suara yang diduga bermasalah ini terjadi di Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, namun disahkan di Rapat Pleno tingkat Kabupaten Halmahera Selatan, lalu menuai keberatan saksi partai di Rapat Pleno tingkat Provinsi Maluku Utara.

Sebagian besar saksi parpol agar KPU Malut untuk melakukan penghitungan ulang dua tingkat yakni menghitung kertas suaranya di kecamatan Pulau Obi di 9 desa, termasuk TPS khusus di Kawasi, karena adanya perbedaan data dari saksi parpol dan penyelenggara.

No More Posts Available.

No more pages to load.