Rawe-rawe Rantas, Cawe-cawe Nggak Pantes Blas

oleh -92 views

Program–program pembangunan fisik yang sudah dirancang jauh sebelum pandemi akhirnya mengalami lumpuh total, karena ketidaktersediaan anggaran. Hutang menjadi pilihan. Namun sayangnya utang– utang yang dilakukan terutama dengan China menjadi jebakan. China memberlakukan bahwa seluruh investasi yang dia lakukan, tidak hanya uang yang dimasukkan, tapi juga tenaga kerja harus dari China. Inilah yang kemudan membuat janji Jokowi akan menciptakan 10 juta lapangan kerja tak terpenuhi.

Pembangunan kereta cepat Jakarta – Bandung, juga mengalami kendala, bunga utang semakin melambung dan menyebabkan China minta jaminan pertanggung jawaban pembayaran dimasukkan dalam APBN. Namun ini ditolak oleh DPR. Belum lagi rencana pembangunan ibu kota negara di Kalimantan, sampai sekarang pun juga belum ada tanda – tanda dimulai. Semua investor masih menunggu kepastian hukum dan situasi politik. Inilah yang membuat Jokowi tak mampu mewujudkan janji – janji politiknya. Masa pemerintahan Jokowi juga keburu akan berakhir, tidak ada jaminan akan keberlanjutan proyek – proyek tersebut, sehingga Jokowi harus membangun kepastian untuk proyek – proyeknya.

Baca Juga  Viral Pria ini Boyong Dua Istri Nonton Konser Dewa 19 di Bandung

Lalu apa yang dilakukan, melalui pembantunya, Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal penanaan, Bahlil Lahadalia mengusulkan perpanjangan masa jabatan presdien. Tak tanggung – tanggung Bahlil menggunakan rilis temuan survey indikator ( 10/1/22 ) yang menyebutkan bahwa pelaku usaha di Indonesia menginginkan pemilu 2024 diundur, meski KPU pada saat itu sudah menentukan pelaksanaan pemilu tanggal 14 Februari 2024. Alasannya, ekonomi mulai bangkit setelah terpuruk akibat pandemi covid 19 dua tahun terakhir ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.