Rawe-rawe Rantas, Cawe-cawe Nggak Pantes Blas

oleh -92 views

Atas dasar kekhawatiran dan ketakutannya itulah, tingkah Jokowi semakin tak terkendali. Sebagai presiden yang seharusnya netral tak berpihak, bagi Jokowi tak penting itu. Jokowi butuh jaminan siapa yang akan menjamin keberlanjutan dirinya, keluarganya dan proyek – proyeknya.

Ke sana kemari Jokowi meng-endorse calon presiden yang diinginkannya, bertemu Ganjar, dia akan katakan mendukung Ganjar, bertemu Prabowo, dia akan katakan dukung Prabowo, bertemu Airlangga Hartarto, dia katakan akan dukung Airlangga, bertemu Yusril, dia katakan akan dukung Yusril, kecuali terhadap Anies.

Sikap Jokowi ini bisa dibaca sebagai sikap cemas dan takut, sehingga membuatnya bertindak tak terkendali, meski itu melanggar konstitusi.

Sikap Jokowi tak pelak memantik reaksi, berbagai pegiat demokrasipun mengatakan bahwa sikap Jokowi memperlihatkan sebagai sikap broker presiden, bukan lagi negarawan.

Baca Juga  Didukung Perindo, Erwin Umar Janji Tuntaskan Masalah Sampah dan Air Bersih di Ternate dalam 100 Hari Kerja

Meski mendapat kritikan bertubi – tubi, Jokowi tak pernah ambil pusing atas itu semua, bahkan dengan gagahnya dia mengatakan “Saya harus cawe – cawe atas nama negara”, sebuah sikap klise yang tak pernah bisa dibuktikan apalagi kalau melihat rekam jejak yang dia torehkan.

Atas sikap yang seperti itulah, Jokowi dikritik banyak pihak dengan kata kata “rawe rawe rantas, cawe – cawe gak pantes blas”. Sikap pantang menyerah tapi melanggar etika.

No More Posts Available.

No more pages to load.