Ray Rangkuti: Daya Kritis Rakyat pada Penguasa Bisa Dibunuh Pendukung Jokowi

Porostimur.com | Jakarta: Pengamat Politik dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia, Ray Rangkuti menyebut pendukung Presiden Joko Widodo cenderung menolak untuk beradu gagasan.

Kata dia, mayoritas mereka sebatas bertugas untuk mengkanalisasi wacana di ruang publik.

Wacana yang dimaksud bertujuan untuk memastikan isu mengenai Jokowi harus berbau positif. Mereka juga sebisa mungkin menafikkan kritik terhadap Jokowi, termasuk kritik yang dilayangkan filsuf dari Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung.

Rocky sebelumnya mengkritik bahwa Jokowi tidak paham Pancasila. Tolak ukurnya adalah kebijakan yang tidak sesuai dengan Pancasila, seperti utang, menaikan iuran BPJS, dan melegalkan perusakan lingkungan.

“Jadi apa saja yang berbeda dengan pemerintah mereka laporkan ke polisi,” tegasnya seperti melansir rmol.id.

Kondisi seperti itu, jika diteruskan bisa membuat rakyat Indonesia menjadi takut mengkritik penguasa.

Padahal, lanjut Ray, pernyataan Rocky jelas sebagai sebuah kritik dan bukan caci maki. Sehingga, materi diskusi itu tidak pantas dibawa ke polisi.

Ray memprediksi wacana Rocky Gerung menghina Jokowi akan terus didengungkan oleh pendukung mantan walikota Solo itu. Bahkan akana bertahan di ruang publik hingga dua dan tiga hari ke depan.

“Masyarakat lah nanti yang menilai, mana yang caci maki, mana yang tidak caci maki, mana kritik, mana yang tidak kritik,” sambungnya. (red/rtl/ljc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: