Rayakan HUT ke-40, BPJS matangkan pelayanan Prima

oleh -71 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Mengusung tema ”40 tahun melindungi pekerja, membangun Negeri”, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyelenggarakan berbagai kegiatan di usianya yang sudah mencapai ke-40, dengan melibatkan sleuruh karyawan dan staf yang ada.

Begitupun dengan BPJS Ketenagakerjaan yang berada di Maluku, sebelumnya sudah menggelar berbagai even menyongsong HUT ke-40.

Di antaranya, bersih-bersih pantai yang sudah dilaksanakan pada bulan Oktober lalu, kegiatan Pasar Murah Sembako serentak di 40 kota termasuk di Kota Ambon, kegiatan Donor Darah yang sudah digelar di Fakultas Teknik (Fatek) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon pada akhir bulan November, serta kegiatan temu pelanggan.

Pada kegiatan temu pelanggan, BPJS Ketenagakerjaan mengundang perusahaan-perusahaan peserta untuk sharing terkait pelayanan maupun manfaat layanan tambahan (MLT) perumahan pekerja.

Sedangkan untuk puncak peringatannya, diselenggarakan Selasa (5/12), dengan rangkaian acara dimulai dengan upacara bendera dan dilanjutkan dengan syukuran potong tumpeng yang dihelat di gedung BPJS Ketenagakerjaan, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau.

Baca Juga  Pangeran MBS Ambil Alih Newcastle United Rp5,7 Triliun

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Maluku, Tri Candra Kartika, dalam keterangannya kepada wartawan, di sela-sela acara puncak perayaan, menjelaskan BPJS Ketenagakerjaan sebelumnya berdiri dan lebih dikenal dengan nama Perum Asuransi Tenaga Kerja (Astek).

Dalam usia ke-40 ini, akunya merupakan usia yang cukup matang bagi pihaknya untuk terus berkembang dan melakukan berbagai inovasi untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja.

Apalagi, pihaknya selalu mengedepankan asas berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada para peserta dan stakeholder.

”Pada HUT ke 40 ini diharapkan agar kesungguhan, kerja keras daqn konsistensi dalam menjalankan pelayanan PRIMA dapat memberikan dampak, bukan hanya pada perbaikan aspek pelayanan dalam pemenuhan ekspektasi pelanggan semata, melainkan mewujudkan identitas BPJS Ketenagakerjaan sebagai sebuah instrumen terwujudnya kesejahteraan pekerja. Lebih konkritnya, dalam pelaksanaan PRIMA dimaksud adalah semua insan BPJS Ketenagakerjaan dituntut untuk memberikan pelayanan bersifat personal tuch yang memiliki arti dan makna empati yang dalam bagi peserta dan stakeholders. Sehingga eksistensi BPJS Ketenagakerjaan dirasakan oleh seluruh masyarakat pekerja sebagai landasan atas kompleksitas menuju Negara Kesejahteraan,” ujarnya.

Baca Juga  Dalai Lama Tandai Ultah ke-85 Dengan Merilis Album Musik

Belakangan, akunya, UU nomor 40 tahun 2011 mengisyaratkan lembaga yang dipimpinnya itu berubah nama menjadi BPJS Ketenagakerjaan sebagai sebuah badan hukum publik.

Hingga saat ini, tambahnya, BPJS Ketenagakerjaan membawahi 4 program jaminan, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.

”BPJS Ketenagakerjaan mendapatkan amanah mulia dari Negara yakni mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh pekerja Indonesia baik di dalam Negeri maupun para pekerja migran Indonesia di Luar Negeri. Hal ini tertuang dalam Permenaker nomor 7 tahun 2017 tentang program jaminan sosial tenaga kerja Indonesia dan tenaga kerja Indonesia sehingga BPJS Ketenagakerjaan dapat menjadi institusi yang dibanggakan oleh pekerja, pengusaha dan negara. Kebanggan tersebut dapat terwujud jika mampu mengelola organisasi kita dengan baik menjadi lembaga yang dipercaya oleh publik serta mampu memberikan keunggulan operasional dan kehandalan layanan kepada peserta,” pungkasnya. (Febby)