Ilyas juga mengatakan apa yang dilakukan oleh Hendrata telah menciderai rasa keadilan partai politik lain.

Sementara itu, akademisi STAI Babussalam Sula, Sahrul Takim mengatakan, praktek seperti ini tidak etis dan menunjukkan arogansi Hendrata sebagai penguasa.
“Apa yang dilakukan Hendrata Thes dan Partai Demokrat malam ini, menunjukkan arogansi dirinya dan partai politik yang dia pimpin,” papar Sahrul.
Mantan Ketua HMI Cabang Sanana ini menuturkan, penggunaan fasilitas pemerintah oleh partai politik merupakan pelanggaran terhadap etika birokrasi dan etika publik, apalagi bila benar ada pelibatan ASN dalam kegiatan tersebut.
“ASN itu tugasnya melayani masyarakat, bukan melayani pimpinan apalagi melayani partai politik,” pungkasnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Kepulauan Sula Ajrin Duwila yang dihubungi media ini via whats app mengatakan masih mengikuti kegiatan Ulang Tahun dan berjanji akan mengkonfirmasi hal tersebut kepada panitia pelaksana. (raka)




