Reaktif Raid Test, 5 Warga Morotai Dirujuk ke Chasan Boesoirie Ternate

oleh -96 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: Lima orang warga Kabupaten Morotai dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasan Boesoirie, Sabtu (18/4/2020).

Sekitar pukul 15.15 WIT speed boat yang membawa kelimanya tiba di Pelabuhan Residen Ternate dan langsung dijemput petugas medis menggunakan mobil ambulance milik Dokes Polda Maluku Utara menuju lokasi karantina di Sahid Bela Hotel Ternate.

Lima orang dengan menggunakan speed boat milik Pemda Pulau Morotai, diberangkatkan pada pukul 07.30 WIT dari lokasi karantina daerah di Jababeka Resort, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan

Kelimanya dievakuasi oleh tim satgas covid-19 untuk dirujuk ke Ternate setelah hasil Rapid Test kedua mereka dinyatakan reaaktif.

Kelimanya adalah, ARD (19) asal Desa Momojiu, IF (19) asal Desa Momojiu, AK (17) asal Desa Joubela, BD (16) asal Desa Totodoku dan MY (19) asal Desa Totodoku yang merupakan pelajar salah satu pesantren di Jawa Barat.

Baca Juga  Kakankemenag SBB Serahkan DIPA dan RKAKL Tahun 2020

Riwayat perjalanan kelimanya, pada 24 Maret 2020, pihak Ponpes Daarul Mujtahidin yang berlokasi di Kecamatan Tawang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meliburkan santri-santrinya untuk kembali ke daerah asal masing-masing.

Selanjutnya, 25 Maret 2020 para santri asal Kabupaten Pulau Morotai berjumlah 10 orang melakukan perjalanan dari Tasikmalaya menuju Jakarta. Dan pada  26 Maret 2020, para santri sampai di Jakarta dan singgah di Masjid Jami’ Kebon Jeruk yang berlokasi di Jalan Hayam Wuruk 83, Jakarta Barat.

Dan pada tanggal 27 Maret 2020, para santri menuju Pelabuhan Tj. Priok dan menaiki KM. Dorolonda (rute Jakarta-Surabaya-Makassar-Bau Bau-Namlea-Ambon-Ternate-Bitung) untuk kembali ke Ternate.

Tiba di Ternate pada tanggal 02 April 2020, dan melanjutkan perjalanan dengan KM. Ratu Maria menuju Pulau Morotai. Dan pada tanggal 03 April 2020, para santri tiba di Pulau Morotai dan mengikuti proses karantina kurang lebih selama 14 hari di D’aloha Resort Djababeka.

Baca Juga  Kades Wai Ina Diduga Tilep ADD dan DD

Selanjutnya, 7 April 2020 melakukan RDT pertama dengan hasil seluruhnya dinyatakan non reaktif. Dan pada 17 April 2020 melakukan RDT kedua dengan hasil dinyatakan bahwa 5 orang reaktif dan 5 lainnya non reaktif. (red/msc)