Reaktif Rapid Test, Satu Pasien Diisolasi di RSUD Halsel

oleh -431 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Berdasarkan hasil tes cepat (rapid test) kedua yang dilakukan oleh Tim PKM gandasuli, satu orang yang sebelumnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dinyatakan Reaktif.

Informasi yang dihimpun wartawan, pasien tersebut langsung dijemput oleh tim Satgus Covid-19 Halsel, Selasa, (14/4/2020) untuk diisolasi di RSUD Halsel.

Pasien tersebut, dikatehui memiliki riwayat perjalanan dari Bogor-Jakarta-Ternate-Bacan pada tanggal 28 Maret 2020.

Hal tersebut disampaikan Sekertaris Satgus Halsel, Daud Djubedi saat dikonfirmasi media melalui telepon selulernya, Selasa, (14/4/2020).

Link Banner

Daud mengungkapkan pasien dengan status PDP saat ini tengah diisolasi di Rumah Sakit Umun Daerah (RSUD) Labuha.

“Jadi yang bersangkutan PDP itu saat ini sudah kita lakukan isolasi di rumah sakit dan keluarga pasien juga sudah kita lakukan isolasi selama 14 hari,” ujar Daud.

Baca Juga  PMII Cabang Ambon minta Jokowi tolak revisi UU MD3

Daud menambahkan sebelumnya dari hasil rapid test awalnya negatif namun pasien tersebut sudah menjalani isolasi dirumah kurang lebih 9/10 hari, beberapa hari usai menjalani isolasi pasien tersebut dikatakan positif PDP melalui hasil rapid tes yang kedua kalinya.

” Awalnya pasien tidak apa-apa tapi di tes kedua kalinya ternyata positif jadi yang bersangkutan sudah kita isolasi dirumah sakit,” jelas Daud.

Selain itu Daud Djubedi mengatakan saat ini tim dokter rumah sakit dan tim medis sedang melakukan langkah-langkah penanganan sesuai standar Covid-19

“Karena untuk bisa memastikan yang bersangkutan terkonfimasi positif corona atau negatif kita harus mengambil Sweb dan sampelnya kita kirim ke Jakarta kemudian kita tunggu hasilnya sehingga bisa memastikan yang bersangkutan positif atau negatif,” katanya.

Baca Juga  Video Oknum Polisi Masuk Musala Pakai Sepatu Viral di Media Sosial

Daud bilang yang bersangkutan diduga terpapar virus karena memiliki riwayat perjalanan dari bogor dan jakarta menuju Bacan. Namun pihaknya saat ini tidak dapat menyebutkan identitas yang bersangkutan.

“Riwayat perjalananya Bogor Jakarta hingga ke Bacan, dan untuk identisnya mohon maaf kami tidak bisa menyebutkan bahkan inisial yang bersangkutan kami belum mengkafer secara detil datanya,” tutup Daud. (adhy)