Rentanubun soroti konektivitas di Maluku

oleh -49 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Meskipun PDI-P sudah memiliki kandidatnya untuk kontestasi Pilgub Maluku tahun 2018 nanti, namun  Golkar sendiri masih belum mematenkan pasangan idealnya.

Hingga saat ini, DPP Golkar masih belum mengeluarkan rekomendasi kepada calon gubernur dan wakil gubernur yang akan diusung dalam pesta demokrasi 5 tahunan di Bumi Raja-raja.

Namun ada hal yang unik dalam kontestasi kali ini.

Dari kubu banteng sendiri dnegan tegas menyiapkan Komandan Korps Brimob RI, Inspektur Jenderal Pol Murad Ismail (non kader) berpasangan dengan Drs Barnabas Orno (kader).

Sementara di kubu beringin sendiri, masih ada dua kader banteng yang menggelayut dan siap berpasangan dengan Assagaff (incumbent) yakni Edwin A. Huwae,SH (Ketua DPRD Maluku) dan Anderias Rentanubun (Bupati Malra).

Baca Juga  Nasdem-PKS-Demokrat Berpeluang Usung Anies-AHY, Diprediksi akan Menang

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, di Ambon, Senin (18/12), Rentanubun menyatakan kelegowoannya atas peluang yang akan diterimanya dalam pengusungan nanti.

Munculnya nama Orno dalam panggung politik daerah penghasil cengkih dan pala ini, akunya, memberikan wana baru dalam politik itu sendiri.

Pasalnya, kemunculannya memberikan penegasan baru bahwa keterwakilan masyarakat bagian tenggara wilayah Maluku, pantas berada pada singgasana 5 tahunan ini.

”Saya kira itu biasalah. Pertandingan selesai, pasti aman juga. Dan saya kira ini peluang bagi orang tenggara untuk duduk di kursi pemerintahan provinsi, terutama sebagai kepala daerahnya. Peluang saya kira hasil survei sementara kita 65%, dan pasangan pak emi dengan pak orno 17% dan hari ini hasilnya sudah keluar,” ujarnya.

Baca Juga  Gatot Miftakhul Manan Resmi Jadi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara

Menurutnya, program utama yang akan diusung dalam masa pemerintahannya yakni konektivitas di Provinsi Maluku.

”Karena itu utama. Yang lain, nanti. Karena, kalau ada konektivitas, dia (masyarakat dalam sebuah wilayah-red) tidak terisolasi dengan kemiskinan dan terbelakang. Kalau saya komektivitas saya buat di Maluku Tenggara dan akan saya buat di Maluku. Transportasi itu konektivitas. Karena suatu daerah, kalau dia terisolasi, maka kemiskinan dan kebodohan dan tere-tere semua di situ,” pungkasnya. (pt-01)