Reses di Kormomolin, Andreas Taborat Ingatkan Warga Cegah Karhutla dan Jaga Sumber Air

oleh -32 Dilihat
Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca kering menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Maluku Andreas JW Taborat.

Menurutnya, pencegahan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat terkait. Masyarakat yang berada langsung di sekitar kawasan perkebunan dan hutan memiliki peran penting dalam mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

Hal yang sama berlaku terhadap keberadaan pohon dan sumber air.

Menjaga pohon di kawasan perkebunan, kata Taborat, merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan air bagi masyarakat.

“Pohon yang ada di dalam kebun juga jangan ditebang tetapi dipelihara,” pesannya.

Ia menegaskan, menjaga hutan dan lingkungan pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang kelestarian alam, tetapi menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat itu sendiri.

Sumber air yang terjaga akan menopang kebutuhan warga, sementara hutan yang terlindungi dapat membantu menjaga keseimbangan lingkungan.

Baca Juga  DPRD Maluku Desak Kemenhub Perkuat Transportasi Laut ke Wetar

Karena itu, Taborat mengajak masyarakat Kormomolin menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, terutama menghadapi kondisi cuaca kering dan musim kemarau.

Bagi masyarakat di wilayah kepulauan seperti Kormomolin, menjaga hutan berarti ikut menjaga sumber air. Dan menjaga sumber air berarti menjaga keberlangsungan kehidupan warga.

No More Posts Available.

No more pages to load.