Reses di MBD, Anos Yeremias Terima Banyak Keluhan

oleh -62 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Maluku Anos Yermias melakukan reses guna menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Yermias mengakui, ada sejumlah keluhan yang disampaikan masyarakat saat melakukan reses di Kab. MBD, terkait pemasaran hasil ternak ke sejumlah daerah di Maluku, maupun keluar Maluku.

“Reses kali ini saya memilih di lima pulau berbeda di kabupaten MBD, mulai dari Kisar berkesempatan berjumpa dengan masyarakat peternak kambing, sapi dan kerbau dalam kaitan pemasaran hasil ternak dari MBD ke daerah di Maluku maupun luar daerah Maluku. Masyarakat mengeluhkan tidak adanya kapal khusus mengangkut hewan,” tutur Yermias kepada wartawan di kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (11/05/2022).

Baca Juga  Soal LIN dan ANP, Yeremias: Pemprov Maluku Tak Serius

Yeremias bilang, padahal empat pulau di MBD itu, terkenal sebagai penghasil ternak kambing, domba, sapi dan kerbau.

Terhadap keluhan tersebut, dirinya langsung berkoordinasi dan telah disanggupi Kapten Benny, selaku Kepala Sub Direktorat Perdagangan Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan.

“Terhadap apa yang dikeluhkan masyarakat sudah disanggupi Kementerian Perhubungan, dan sewaktu-waktu bisa kita ajukan deviasi agar masyarakat yang beternak dapat membawa hasil ternak keluar dari MBD apalagi jelang perayaan Idul Adha di bulan Juli mendatang,” ungkapnya.

Selain Kementerian Perhubungan, dirinya telah berkoordinasi dengan para operator kapal, agar sewaktu-waktu jika terpaksa bisa diangkut dengan kapal penumpang.

“Kalau misalnya terpaksa harus diangkut dengan kapal penumpang, kami juga sudah lihat kapal misalnya KM Sabuk 34 di belakang bisa disekat dan semua pintu di tutup. Terhadap hal ini sudah kami minta untuk disekat. Kemudian KM sabuk 54 sudah kami minta,” ucap Yermias.

Baca Juga  DPRD Provinsi Maluku Akan Berupaya Adakan Program Pemberdayaan di MBD

Tak hanya itu, Anos mengakui dalam reses, masyarakat Werwawan juga meminta adanya perhatian Pemerintah Daerah Maluku terhadap persoalan abrasi yang sering terjadi di pesisir wilayah tersebut.

Tak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan air bersih, walaupun SPAM dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) telah masuk ke Werwawan. Namun rata-rata program yang dijalankan gagal.

“Memang ada kegiatan Pamsimas dan SPAM, tetapi Pamsimas rata-rata gagal karena anggarannya relatif kecil dan memang Pamsimas ada sharing anggaran baik APBD kabupaten maupun APBN,” terangnya.

Dirinya menambahkan, karena ditangani full APBN, sehingga ada yang memang tidak berhasil di beberapa lokasi, ada juga berhasil tetapi bak penampung atau reservoir terlampau kecil. Misalnya di desa Ilih Pulau Damer itu reservoir kecil, sehingga masyarakat harus bagi shift, ada tiga hari sekali, dan itu sngat menyulitkan masyarakat disitu. (Nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.