Reses, Jamadi Darma Sambangi Masyarakat di Kepuluan Manipa

oleh -73 views
Link Banner

@Porostimur.com | Piru : Desa Buano Hatu Putih sangat membutuhkan pembangunan talud air sepanjang 400 meter.

Sementara Desa Manipa mengharapkan adanya pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu), Poliklinik Desa (Polindes) dan tenaga kesehatan.

Selain itu, masyarakat juga meminta Pemkab SBB memperhatikan tenaga guru PNS, mengingat masih banyak sekolah yang dilengkapi dengan hanya 1 tenaga guru PNS, sementara sisanya adalah tenaga honorer.

Mirisnya lagi, tenag hnorer di Kepulauan Manipa hanya dibayar di bawah Rp 250 ribu/bulan.

Masalah-masalah ini terungkap dalam agenda reses yang digelar anggota DPRD Kabupaten SBB asal Fraksi PAN, Jamadi Darma, di Dusun Pilar, Desa Luhutuban, Kepulauan Manipa, Minggu (17/11).

Agenda reses yang digelar Darma ini turut dihadiri Pejabat Desa Buano Hatuputi, Kepala Dusun Sela, Kepala Dusun Labuang Timur, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kepulauan Manipa, Kepala Dusun Pilar, Sekretaris Dusun Pasir Putih, Ibu-ibu majelis Ta’lim Dusun Pilar dan masyarakat setempat.

Baca Juga  Danlanud Pattimura Sambut Kedatangan Pangkoopsau

Sebelum mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat, Darma menjelaskan tentang reses yang sudah diagendakan sesuai undang-undang yang berlaku.

”Reses adalah agenda rutin anggota DPRD per 4 bulan sekali dalam satu tahun, jadi 1 tahun 3 kali melaksanakan reses. Reses bermaksud untuk dapat menerima masukan yang lebih dari masyarakat terkait dengan pengusulan program kerja pada tahun anggaran 2020. Dalam reses tersebut masyarakat sangat membutuhkan pembangunanan dan pelayanan oleh pemerintah, dalam hal ini DPRD SBB,” ujarnya.

Dalam kesempatan dimaksud, para kepala desa juga menyuarakan agar Dinas PU Pekab SBB harus lebih memfokuskan pembanggunan pada tahun anggaran 2020, khususnya kepada kecamatan terjauh misalnya Elpaputih, Manipa dan Taniwel.

Apalagi, konsep pembangunan dimaksuid sejalan dengan nawacita yang digawangi Presiden RI, Ir. Joko Widod (Jokowi).

Baca Juga  Disuruh Jaga Jarak, Bocah SD Ini Malah Buat Tulisannya Berjarak

Yakni, untuk membangun SBB lenih baik, dimulai dari kecamatan terluar ke ibukota kabupaten, agar pemerataan pembangunan itu bisa berjalan seimbang di bumi berjuluk Saka Mese Nusa itu.

Tentang masih banyaknya kekosongan jabatan pemimpin pemerintahan di tingjkat desa, Darma mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBB untuk mempercepat dan mempermanenkan jabatan-jabatan dimaksud.

”Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat agar sesegera mungkin mememerintahkan Bagian Pemerintahan Desa agar segera melaksanakan pemilihan,” pungkasnya. (doddy)