Residivis Predator Anak di Ambon Kembali Ditangkap, Cabuli 5 Bocah Bermodalkan Permen

oleh -29 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Seorang residivis di Kota Ambon berinsial FM (55) tahun, kembali ditangkap polisi lantaran mencabuli tujuh anak di bawah umur.

Para korban tidak hanya anak perempuan, tetapi juga anak laki-laki berusia lima hingga 10 tahun.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Kombes Pol Leo Nugraha Simatupang mengatakan, tersangka yang diduga seorang fedofilia ini telah melancarkan aksinya sejak September 2020.

FM mencabuli para korban dengan terlebih dulu mengimingi para korban dengan permen.

Link Banner

“Tersangka ini melancarkan aksinya di kamar kos di kawasan Galala, Kecamatan Sirimau Ambon. Modusnya itu tersangka mengiming-imingi para korban dengan permen dan kupon berhadiah,” kata Leo kepada wartawan di Mapolresta Pulau Ambon, Rabu (14/10/2020)

Baca Juga  Bank Maluku-Malut Akhirnya Akui Kebobolan Rp1 Miliar

Leo Nugraha Simatupang mengatakan, FM tak segan-segan dalam aksinya sehingga sudah lima korban anak di bawah umur yang dicabuli.

Aksi yang dilakukan sang Residivis ini terungkap, setelah warga Galala mencurigai kegiatan pelaku, selalu mengajak anak kecil masuk kedalam kamar kost yang ditempatinya sejak dua tahun terakhir.

Aksi tersangka terungkap setelah warga sekitar mencurigai banyak anak-anak yang selalu ke kamar kos tersangka.

FM ditangkap polisi di tempat tinggalnya pada awal pekan lalu dan kini telah ditahan di Mapolresta Pulau Ambon.

Selain mengaku perbuatannya, tersangka juga mengaku memiliki kelainan seks menyimpang.

FM juga sebelumnya telah dihukum karena perbuatan yang sama.

“Jadi tersangka ini memiliki kelainan seks. Dia selalu melakukan seks menyimpang dan dia ini juga merupakan residivis, sebelumnya juga dia melakukan hal ini,” ujar Leo.

Baca Juga  5.386 KK di Halbar Terima Bantuan Sosial Tunai (BST)

Kepala Satreskrim Polresta Pulau Ambon AKP Mido Johanes Manik mengatakan, dari hasil penyelidikan dan sejumlah keterangan saksi, kemungkinan masih ada banyak anak yang menjadi korban dalam kasus tersebut.

“Kemungkinan masih ada banyak anak yang menjadi korban dan itu masih kita selidiki terus,” ujarnya.

Akibat perbuatan bejat yang sudah dilakukan, pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang Penetapan PP Pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi UU dengan ancaman 15 tahun penjara.

Penambahan pasal pemberatan dengan hukuman 20 tahun penjara, karena pelaku adalah residivis. (red)