Resmikan Gedung Muzdalifah Asrama Haji, Sekjen Kemenag Dorong Maluku Jadi Embarkasi

oleh -80 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI, H. Nizar mewakili Menteri Agama RI meresmikan Gedung Muzdalifah bertempat di Asrama Haji Transit Maluku, Waiheru, Ambon, Ahad (7/2/2021).

Peresmian gedung setara hotel berbintang tiga yang dibangun menggunakan skema pembiayaan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ini ditandai dengan penandatanganan batu prasasti peresmian oleh Sekretaris Jenderal Kemenag RI dan Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Selain gedung Muzdalifah, Sekjen bersama Gubernur juga menandatangani batu prasasti peresmian gedung Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku, Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama Kecamatan Amalatu Kabupaten Seram Bagian Barat, dan gedung Asrama Siswa Terpadu MAN 2 Seram Bagian Timur.

Baca Juga  Setelah 14 tahun, Arsenal Akhirnya Menang di Old Trafford

Acara tersebut juga dirangkaikan dengan silaturahmi tokoh agama bersama Sekjen Kemenag RI dan Gubernur Maluku. Hadir Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI, Thomas Pentury, Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury beserta jajarannya di Komisi IV, Sekda Maluku, Kasrul Selang, serta pimpinan Forkopimda Maluku.

Sekjen, H. Nizar dalam konferensi pers usai peresmian mendorong percepatan Provinsi Maluku dijadikan embarkasi haji. Baginya, wilayah ini merupakan pintu gerbang di kawasan timur untuk Provinsi Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara.

“Bisa dan tidak bisa tidak. Wilayah ini cukup strategis untuk dijadikan embarkasi dan Ambon akan menjadi titik kumpul bagi tiga provinsi itu untuk terbang langsung ke Arab Saudi,” jelasnya.

Baca Juga  Pemkot Ambon Perpanjang Masa Belajar dari Rumah bagi Anak Sekolah

Namun ia mengatakan, percepatan ini harus didukung semua pihak terutama Kementerian Perhubungan agar proses revitalisasi Bandara Pattimura Ambon segera dilakukan.

“Kita juga telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan agar proses revitalisasi bandara terutama landasan pacu dengan ketebalan sesuai standar internasional yang bisa menahan berat pesawat berbadan besar,” tandasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Maluku, Jamaludin Bugis pada kesempatan yang sama bahwa segala persyaratan untuk memenuhi terbentuknya embarkasi haji sudah hampir dipenuhi.

Sebagai contohnya, gedung yang dinamai Wisma Muzdalifah ini mampu menampung satu kloter dalam satu fase pemberangkatan dan fasilitas asrama lainnya telah memenuhi persyaratan yang ada.

“DPRD Provinsi juga telah merancang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan dalam waktu dekat akan dibahas dan ditetapkan menjadi Perda,” jelasnya.

Baca Juga  Rapat Pemerintah Desa Kabau Pantai Ricuh

Diharapkan, segala persyaratan lainnya untuk menunjang embarkasi haji di Maluku didorong dan diupayakan semaksimal mungkin, baik dari Pemerintah Provinsi maupun Kementerian Agama sendiri. (alena/zam/inmas)