Ribuan Umat Beragama, Panjatkan Doa Untuk Ambon

oleh -123 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Ribuan umat beragama, baik Islam maupun Kristen/Katolik, Jumat (3/9/2021), menaikan Doa Untuk Ambon, sebagai tanda syukur atas penyertaan Tuhan Yang Maha Kuasa, memasuki usia kota ke-446 Tahun.

Kegiatan Doa untuk Ambon dilakukan secara virtual dalam dua sesi, yakni untuk umat Islam pada pukul 09.00 WIT yang dibuka oleh Wakil Walikota, Syarif Hadler dan menghadirkan penceramah Ketua MUI Provinsi Maluku, Abdullah Latuapo.

Selanjutnya untuk umat Kristen/Katolik pada pukul 16.00 WIT yang dibuka oleh Walikota, Richard Louhenapessy dan menghadirkan pengkhotbah Ketua Sinode GPM, Pdt. Elifas Maspaitella, serta pendoa syafaat, Pdt. Hendra Joostensz dan Pastor Agustinus

Walikota Ambon yang hadir bersama Ketua TP-PKK Kota Ambon, Debbie Louhenapessy, dalam sambutannya pada kegiatan Doa Untuk Ambon bagi Umat Kristen/Katolik, menyatakan rasa syukur atas penyertaan Tuhan bagi Kota Ambon hingga memasuki usia ke 446 di tahun ini.

“Tidak ada kata lain, selain syukur dan terima kasih kepada Tuhan yang telah menyertai, mengawal, dan menuntun pimpinan kota ini, bersama seluruh staf dan warga kota Ambon,” ujarnya.

Baca Juga  Walikota Sebut Ambon Masuk PPKM Level 1 Sebagai Bukti Kebesaran Tuhan

Dikatakan Walikota, HUT Kota Ambon kali ini, menjadi yang terakhir dalam periode kepimpinannya bersama Wakil Walikota, Syarif Hadler, maupun Sekretaris Kota (Sekot), A.G Latuheru, tetapi rasa cinta dan doa tidak pernah berhenti dipanjatkan bagi kota ini.

Pada momen HUT Kota kali ini, dirinya pun memberi wejangan kepada seluruh ASN dan masyarakat, agar menjadi bijaksana dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam situasi spesifik.

“Kebijaksanaan tidak otomatis ada dalam diri sejak lahir, namun harus ditumbuhkan selama kita hidup, dengan cara bersahabat dengan orang bijaksana, jangan menganggap diri lebih pandai dan lebih hebat dari orang lain, serta milikilah keyakinan yang kuat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” terang Walikota.

Baca Juga  Pemkot Ambon Masih Kaji Pembelajaran Tatap Muka

Walikota mengakui, 446 tahun usia kota Ambon tidak dapat menjustifikasi apakah kota ini telah matang dan dewasa, karena ukuran kedewasaan bukan terletak pada usia, namun pada sikap mental.

“Saya rasa ini menjadi PR kita bersama untuk menentukan kematangan dan kedewasaan kota, karena terkait sikap mental kita,” tukasnya.

Walikota menjelaskan, kemajuan kota Ambon hingga saat ini bisa dikenal di tingkat dunia semua karena penyertaan Tuhan bagi kota ini, oleh sebab itu sudah sepatutnya rasa syukur dan terima kasih dinaikan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa lewat doa bersama pada setiap pelaksanaan HUT Kota Ambon. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.