Ritual Adat di Pulau Buru Berujung Maut, Pelaku Masih Dikejar

oleh -363 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Kasus pembunuhan saat berlangsungnya ritual adat di Pulau Buru hingga kini masih belum menemui titik terang. Pelaku pembunuhan bernama Mantibang Nurlatu (30) warga Dusun Waepulut, Desa Waeflan, yang juga sebagai orang yang diobati korban, hingga kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Pelaku diduga bersembunyi di dalam hutan, setelah melancarkan aksi kejinya dengan membunuh salah satu orang yang melakukan ritual pengusiran ilmu hitam terhadap dirinya.

Mengetahui pelaku yang belum ditemukan, pihak keluarga korban merasa geram. Pihak keluarga meminta pihak kepolisian menembak mati korban.

Mereka bahkan menuntut agar pelakunya diserahkan kepada keluarga korban bila berhasil ditangkap hidup-hidup.

Link Banner

“Kalau Mantimbang ditembak mati, Beta akui bapak Polisi. Kalau bapak Polisi takut tembak mati, serahkan dia par katong (buat kami) potong-potong,” kata salah satu tokoh adat dari keluarga korban .

Tepat sehari setelah kematian korban, tampak beberapa tokoh adat dan keluarga korban menuntut polisi agar segera menemukan pelaku dan menembak mati.

Bahkan warga yang dengan emosinya sempat berkumpul untuk mencari pelaku untuk dihakimi namun upaya itu berhasil dilerai pihak keamanan.

Tindakan masyarakat ini merupakan dampak dari rasa tidak puas masyarakat yang menginginkan pelaku ditangkap hidup-hidup, karena khawatir perbuatannya akan berulang lagi setelah ia bebas nanti.

Baca Juga  Negeri Ameth Jadi Kampung Tangguh Nusantara Sagu

Kapolres Pulau Buru, AKBP Egia Febry Kusumaatmaja yang dihubungi media ini menegaskan, kasus pembunuhan yang terjadi di areal ketel kayu putih Waepulut, Desa Waefkan, Kecamatan Waekata Kabupaten Buru, sekitar pukul 03.00 WIT pada Selasa (23/02/2021) itu, kini dalam penanganan serius pihaknya.

“Pelakunya masih dikejar. Kita telah kerahkan tim,” kata Egia.

Sementara itu Wakapolres Buru, Kompol Bachri Hehanusa menginformasikan, sampai Rabu jelang malam, tim gabungan dari Polres Pulau Buru yang terdiri dari Reskrim, Sabhara, Intelkam dan Polsek Waeapo masih di TKP dan terus melakukan pengejaran terhadap pelaku.

“Situasi Desa Waeflan dan Dusun Tanah Merah saat ini masih aman kondusif. Penjagaan masih terus disiagakan, di samping. Pencarian pelaku juga terus kami lakukan,” jelas Wakapolres Buru.

Baca Juga  Jumlah Pasien PDP di Halbar Jadi 4 Kasus

Kapolres bersama Dandim Letkol Arh Agus Guwandi sebelumnya juga sempat mengunjungi Dusun Tanah Merah guna bertemu dengan sejumlah tokoh adat di sana. Antaranya, Matatemon Nurlatu, Yohanes Nurlatu dan Raja Kayeli, Fandy Wael SSTP.

Dalam pertemuan itu Kapolres berjanji bersama sama TNI akan berupaya untuk segera menangkap pelaku.

“Kami menghimbau agar tokoh adat dapat menyampaikan kepada warganya untuk menahan emosi dan juga membantu memberikan informasi apabila mengetahui keberadaan pelaku,” imbau kapolres.

Dandim 1506/Namlea, Letkol Arh Agus Guwandi turut mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban, dan meminta dari pihak korban agar sabar dan mempercayakan kepada pihak keamanan untuk menangani permasalahan ini.

“Kami selaku pihak keamanan akan mencari solusi yang terbaik untuk penyelesaian permasalah ini. Kami akan memaksimalkan pencarian pelaku. Untuk itu kami meminta kepada tokoh-tokoh adat agar memberitahukan kepada warga yang lain jangan membuat tindakan yang nantinya akan membuat situasi Kamtibmas semakin memanas,” tegasnya.

Dari informasi masyarakat sempat berkembang bahwa situasi yang sempat dingin dengan pertemuan tengah malam itu, kembali memanas pada Rabu pagi, setelah warga dari keluarga korban mendapat kabar kalau pelaku telah ditahan pihak Polres Pulau Buru.

Baca Juga  Pangdam Pimpin Apel Luar Biasa Jelang Nataru Kodam Pattimura

Namun informasi itu tidak benar. Polisi yang dipimpin langsung oleh Kapolres buru hingga Rabu malamasih di lokasi kejadian sambil terus melakukan pencarian korban.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, korban Manpapa Latbual tewas, setelah ditebas dengan parang oleh pelaku Mantimbang Nurlatu di areal ketel kayu putih Waepulut, Desa Waefkan, Kecamatan Waekata, sekitar pukul 03.00 WIT pada Selasa (23/02/2021).

Pelaku meminta bantu korban dan saksi Olobeo Latbual untuk melakukan babeto atau ritual adat untuk mengusir penyakit (menurut keyakinaan mereka warga adat). Alasan pelaku kepada korban dan saksi bahwa dia diguna-guna oleh orang.

Namun, saat melakukan ritual adat, pelaku tiba-tiba mencabut parang dari pinggangnya dan menebas tubuh korban hingga tewas dengan luka parah di leher dan tangan serta satu luka tusukan di tubuh korban. (ima)