Rizal Ramli Kepret Manajemen Dua Minggu Jokowi

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Ekonom Senior Rizal Ramli menyindir kinerja pemerintah yang selalu mengandalkan waktu penyelesaian berbagai masalah terkait pandemi COVID-19 dalam kurun waktu 2 minggu. Bahkan, menurutnya hal itu tidak efektif agar bisa lekas terselesaikan.

Lewat unggahan di akun Twitter-nya, Rizal Ramli membagikan tangkapan layar berbagai pemberitaan di media massa mengenai Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memberikan waktu 2 minggu untuk menangani berbagai permasalahan COVID-19 di Tanah Air.

“Ayo naon jeng “Manajemen 2 Minggu”? Kebanyakan meleset dan off-side (emoji senyum) weak follow-up & poor management,” ucap Rizal Ramli lewat akun Twitter-nya @RamliRizal yang dilansir Akurat.co, Jakarta, Sabtu (19/9/2020).

Jika diterjemahkan, kurang lebih seperti ini: “Ada apa dengan “Manajemen 2 Minggu”? Kebanyakan meleset dan off-side (emoji senyum). Tindak lanjut yang lemah dan manajemen yang buruk.”

Link Banner

Berbagai netizen pun memberikan tanggapannya di kolom balasan cuitan Rizal Ramli tersebut.

Baca Juga  Kapolda Maluku Pimpin Vicon Bersama Polres Jajaran

“Bisikan siapa serba 2 minggu, kalau 2 minggu COVID-19 tidak turun Luhut harus turun, kalau perlu Jokowi juga,” kata @Erryb2gmailcom1.

“Dipikirnya statement begitu disampaikan selesai. Jejak digital dapat diakses kapan pun, sehingga seharusnya berhati-hati menyatakan statement. Mestinya mereka memahami itu, kecuali memang bodoh,” tulis @eddybroadcaster.

Adapun salah satu pemberitaan yang menyangkut hal tersebut yakni terkait Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Kepala BNPB Doni Monardo menurunkan kasus COVID-19 di sembilan provinsi dalam waktu dua minggu.

Sembilan provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Utara, dan Papua.

Baca Juga  Ini Pesan Bupati Maluku Tenggara kepada Sekda yang Baru

Jokowi meminta agar jumlah kasus harian dan angka kematian dapat ditekan, sementara angka kesembuhan ditingkatkan.

“Presiden perintahkan dalam waktu dua minggu kita harus bisa mencapai tiga sasaran yaitu penurunan penambahan kasus harian, peningkatan recovery rate, dan penurunan mortality rate,” ucap Luhut dalam rapat koordinasi virtual melalui keterangan tertulis di situs resmi Kemenko Marves, Selasa 15 September 2020). (red/akurat)