RMS: Pattimura itu Pahlawan Maluku bukan Indonesia

oleh -194 views

Porostimur.com | Ambon: Memperingati hari Pattimura yang jatuh setiap 15 Mei, Pemerintah Republik Maluku Selatan (RMS) di pengasingan menuliskan pernyataan terbuka.

Surat tersebut di tandatangani Presiden RMS, J. G. Wattilete; Wakil Presiden RMS T. Solisa; Menteri Luar Negeri RMS Umar Santi; dan Menteri Urusan Umum Ir. E. Rahantoknam
 
Dalam pernyataan yang diterima redaksi porostimur.com melalui pesan elktronik itu, Presiden J.G. Wattilete dkk menegaskan bahwa 15 Mei diperingati sebagai hari kematian pahlawan Pattimura. Kapitan Pattimura adalah putra bangsa Maluku. Seorang pahlawan karena ia menentang penindasan bangsanya —bangsa Maluku— oleh penjajah kolonial Belanda.
 
“Dia harus membayar perlawanannya terhadap penjajah Belanda dengan kematian. Setelah penangkapannya, ia dijatuhi hukuman mati.  Pada 15 Mei 1817, Pattimura dihukum mati dengan cara digantung di depan umum di depan Benteng Victoria di Ambon,” jelas mereka.
 
Lebih lanjut dikatakan, untuk bangsa Maluku, Pattimura sama dengan pahlawan bangsa Maluku. Putra bangsa Maluku, yang memiliki keberanian untuk melawan penguasa kolonial. Tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan senjata.  Itulah tindakan berani.

Baca Juga  Warga Pas Ipa yang Jatuh dari Longboat di Selat Capalulu Ditemukan Meninggal Dunia 

Baru pada tahun 1973 Presiden Indonesia Soeharto mengangkat Pattimura sebagai pahlawan rakyat Indonesia melalui dekrit presiden. Sehingga mulai saat itu Pattimura ditambahkan ke daftar pahlawan Indonesia yang menentang penjajah Belanda.